
Dwi Pranoto * Continue reading “‘Ruangan Cina’ Tak Cukup Buat Harari”
MUSLIHAT, DAN YANG TERJERAT

Taufiq Wr. Hidayat * Continue reading “MUSLIHAT, DAN YANG TERJERAT”
Kritik Mematikan Ahmad Yulden Erwin atas Yuval Noah Harari : Sebuah Apresiasi
KAMPUNG SEBAGAI BASIS PERLAWANAN SIMBOLIK
Djoko Saryono *
Apakah yang ada di kepala, ingatan, dan bayangan sebagian besar di antara kita (baca: sebagian besar masyarakat Indonesia atau warga Indonesia pada umumnya) ketika disebut kata/istilah: kampung? Yang terbit di kepala, teringat, dan terbayang niscaya gambar(an) serba negatif, suram dan kelam, serta sumber segenap persoalan. Continue reading “KAMPUNG SEBAGAI BASIS PERLAWANAN SIMBOLIK”
KESAKSIAN DAN GURIT SRI SETYA RAHAYU PADA PERKEMBANGAN KOTA BENGAWAN
Mashuri *
Sri Setya Rahayu (1949—2019) merupakan sastrawan perempuan Jawa yang produktif. Ia menulis puisi dan prosa sejak tahun 1969. Namun, dalam kesempatan yang asolole ini, saya akan mengenang kembali beberapa guritannya atau puisi Jawanya yang terkait dengan kota kelahirannya, yang disebut sebagai Kota Bengawan, alias Bojonegoro, yang terhimpun dalam “Bojonegoro Ing Gurit”. Sebuah buku kompilasi para penggurit Bojonegoro atau tentang Bojonegoro, yang diterbitkan oleh Narasi Yogyakarta, 2006. Continue reading “KESAKSIAN DAN GURIT SRI SETYA RAHAYU PADA PERKEMBANGAN KOTA BENGAWAN”

