Membuat  Sajak Melihat Lukisan

Chairil Anwar

Sajak terbentuk dari kata-kata, seperti juga sebuah lukisan dari cat dan sehelai kain, atau sebuah patung dari pualam, lempung dan sebagainya. Tapi mereka yang mengalami keterharuan ketika melihat suatu lukisan atau sebuah patung, tidak akan menganggap kualitas cat dan kain atau batu pualam sebagai soal yang penting, soal yang pokok. Bukanlah bahan-bahan yang dipakai yang penting, yang penting adalah hasil yang dicapai. Continue reading “Membuat  Sajak Melihat Lukisan”

MELIHAT DUNIA DENGAN CARA BERBEDA

Ahmad Yulden Erwin

Selepas pertengkaran dan kepergian Paul Gauguin, sahabat sekaligus “guru” yang dikagumi oleh Vincent van Gogh, dari “rumah kuning”–rumah yang dimaksudkan Vincent sebagai rumah bagi komunitas para pelukis masa itu–pelukis Belanda yang seumur hidupnya hanya mampu menjual satu lukisannya itu mulai dianggap gila oleh masyarakat di Kota Arles. Continue reading “MELIHAT DUNIA DENGAN CARA BERBEDA”

Politik Sekarat, Sastra Menggugat!

Raden Eding Purwadi *
RadarMaduraJP 10/11/2019

”Jika politik itu kotor, puisi akan membersihkannya. Jika politik itu bengkok, sastra akan meluruskannya.”

SEPENGGAL kalimat bernuansa sastra yang pernah terlontar dari mulut John F. Kennedy. Kalimat tersebut terdengar agak mainstream dan terkesan seperti prosa yang lebih menampakkan sisi leksikalnya. Namun, substansi fundamental yang terkandung, setidaknya mampu menghantarkan kita untuk membayangkan; bagaimana sebenarnya realitas keterkaitan antara politik dan sastra? Continue reading “Politik Sekarat, Sastra Menggugat!”

Sastra (Berbahasa) Jawa

Bandung Mawardi *
jawapos.com/5/1/2020

PADA akhir 2019, acara-acara di pelbagai kota tak cuma pesta, konser musik, pelesiran, dan makan enak. Di Surabaya, 27 Desember 2019, acara bercap sastra (berbahasa) Jawa diselenggarakan bersahaja. Festival Sastra Jawa itu memang tak bermaksud memberi kejutan di tutupan tahun atau memberi tanda seru atas nasib kesusastraan berbahasa Jawa di abad XXI. Kesan sepi masih terasa. Sejak puluhan tahun lalu, umat sastra (berbahasa) Jawa memang sedikit. Sastra itu masih hidup dengan kewajaran-kewajaran meski godaan puja digital melanda. Continue reading “Sastra (Berbahasa) Jawa”

TERMINAL ROGOJAMPI

Taufiq Wr. Hidayat *

Apa yang dikenang dari sebuah terminal? Di situ ada peristiwa. Juga usia. Ingatan yang tak sempat difoto, dilukis, dicatat, dimonumenkan. Ia tersimpan dalam ingatan yang samar.

Awal 1980-an, terminal Rogojampi cukup ramai. Angkutan dari kota kabupaten datang dan pergi. Bis memasuki terminal, menanti penumpang yang akan memasuki perutnya. Ada angkutan dari pelosok desa Pakel, mobil-mobil kumuh itu pulang-pergi mengantar barang dan orang ke terminal, “mobil pakelan” kata orang. Continue reading “TERMINAL ROGOJAMPI”

Bahasa »