BATAS YANG TAK TERBATAS DALAM PUISI DEREK WALCOTT

Ahmad Yulden Erwin

Sebaiknya kita belajar bagaimana membuat lukisan puitik (metafora, simile, imaji, dan majas perbandingan lainnya) secara tepat dan benar dari puisi Derek Walcott ini. Kita juga bisa belajar bagaimana pendalaman-tematik yang dilakukan oleh Derek Walcott berdasarkan perbandingan antara sejarah Mesir Kuno, Kekaisaran Romawi, dan Tobago (tanah kelahiran Walcott). Juga, bagaimana situasi-situasi batas di dalam tema puisinya–seperti kegagalan, penderitaan, cinta, dan kematian–dipadukan ke dalam satu teks puitik dengan cerdas. Continue reading “BATAS YANG TAK TERBATAS DALAM PUISI DEREK WALCOTT”

Peranan Balai Pustaka dalam Perkembangan Bahasa Indonesia *

Nur St. Iskandar

“Bahasa menunjukkan bangsa,” kata pepatah kita. Meskipun arti kiasannya yang sebenarnya: “Budi-bahasa yang halus alamat orang baik dan tutur-kata yang tak senonoh menunjukkan asal bukan orang bangsawan, bukan orang yang berbangsa baik,” akan tetapi dalam uraian pembuka kata ini, saya ambil maknanya yang umum, yaitu makna sepatah-patah kata itu. Jadi kita sekalian berbahasa Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa kita bangsa Indonesia, orang Indonesia sejati, walaupun asal-usul kita menurut daerah kelahiran kita masing-masing boleh dikatakan berlain-lain, berbeda-beda jua. Dan bahasa daerah itu pun berlain-lain dan berbeda-beda pula. Continue reading “Peranan Balai Pustaka dalam Perkembangan Bahasa Indonesia *”

MENUNGGU SETAN LEWAT

Abdurrahman Wahid
Majalah Tempo, 10/3/1984

TENGAH malam di Jalan Raya Rangkayo Rasuna Said, Jakarta, yang dikenal dengan “nama tradisional”Jalan Kuningan. Cuaca gerimis. Tak ada orang tampak berjalan kaki, apalagi yang menyeberangi jalan selebar itu. Namun mobil Toyota Corolla DX warna putih itu berhenti, ketika lampu merah untuk penyeberangan menyala. Mobil menunggu dengan sabar, hingga lampu hijau. Mobil-mobil lain, yang juga hanya satu dua, tak mengindahkan lampu merah dan terus berlari. Continue reading “MENUNGGU SETAN LEWAT”

Bahasa »