Afrika

Mahbub Djunaidi
Tempo, 23 Maret 1985

Hakikatnya sih perbuatan mesum. Tapi karena orang Inggris bukan orang sembarangan, melainkan gentleman, maka dia lebih suka menyebutnya white’s man burden. Orang Prancis yang lebih puitis menyebutnya mission civilatrice, dan orang Jerman penyebaran kultur. Sedangkan orang Italia, yang biasanya suka hingar-bingar, kali ini tak menyuguhkan istilah apa-apa; Cuma mengumbar altruisme agresinya dengan jalan merampas Somalia, menggaet Tripoli, menginjak-injak Ethiopia dan Eritrea, serta melahap apa saja yang tampak di atas buminya. Continue reading “Afrika”

PENDIDIKAN RESPONSIF BUDAYA [Sebuah Refleksi Ringkas]

Djoko Saryono *

Sejak dahulu hingga sekarang, para pemikir, pakar, dan awam sudah menyatakan adanya hubungan simbiosis mutualisme antara pendidikan dan kebudayaan. Demikian pula para ahli (ilmu filsafat, ilmu sosial, dan ilmu kemanusiaan) dan peneliti sudah menelaah dan mengaji jalin-kelindan pendidikan dan kebudayaan. Bahkan kemudian berkembang pemikiran di lingkungan filsafat atau filsuf bahwa pendidikan merupakan proses pembudayaan di samping pemerdekaan dan pemanusiaan. Continue reading “PENDIDIKAN RESPONSIF BUDAYA [Sebuah Refleksi Ringkas]”

Sastra dan Agama Kemanusiaan

Marsel Robot *
Pos Kupang, 21 Jan 2016

Sepotong metafora liris mengiris kalbu ketika John Hick mewanti, “The lamps are different, but the light is the same (lihat Volf, 2008:8; Robot, 2015). Tetapi, Harland Develand berseru sebaliknya, “Realitas keragaman dan perbedaan budaya merupakan ‘setan baru’ dalam jagat hidup kita” (O’Dea, 1996: 427). Dan salah satu unsur keragaman yang paling emosional memunculkan konflik adalah agama. Surga dan Tuhan begitu mudah diciptakan oleh kefanaan akal manusia. Continue reading “Sastra dan Agama Kemanusiaan”

Dunia Sastra Jatim Kian Sunyi

Zaki Zubaidi
koran-sindo.com 25 10 2015

Akhir September 2015, akun Facebook kami ditandai seorang rekan peneliti Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Mashuri. Dia membagikan sebuah brosur agenda kegiatan sarasehan sastra dan budaya. Ada 15 acara diskusi yang dilaksanakan di Surabaya dan beberapa kota di sekitarnya sejak 25 September hingga 26 November.

Di tengah jargon ”kerja, kerja, kerja” yang kini sering diperdengarkan, kegiatan semacam ini seperti sungguh tidak biasa (terlalu sombong untuk disebut luar biasa). Continue reading “Dunia Sastra Jatim Kian Sunyi”

Menghela Narasi Peradaban yang Hilang

Dr. Marsel Robot, M.Si *
Pos Kupang, 11 Sep 2017

Ujung Juli (24-26 Juli 2017), Dinas Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan ritual bertajuk: “Dialog Kebudayaan (silaturahmi) Raja-raja Sedaratan Flores dan Lembata”.

Turut hadir perwakilan Raja Rote. Dialog itu dilangsungkan di Lewoleba, Kabupaten Lembata. Dialog yang berusaha meretas jalan ke masa lalu, melewati gundukan peradaban dan lorong-lorong kehidupan komunal yang telah begitu jauh dan merabun. Continue reading “Menghela Narasi Peradaban yang Hilang”

Bahasa »