Debat Sastra Berujung Pidana?

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 14 Apr 2015).

Akhir Maret 2015 lalu, sejumlah media massa di tanah air, baik media cetak maupun elektronik dan media online, ramai memberitakan penjemputan paksa sastrawan Saut Situmorang oleh tiga orang polisi dari Polres Jakarta Timur, terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan sastrawan Fatin Hamama. Saut dijemput paksa di rumahnya di Yogyakarta, karena dua kali dipanggil penyidik tidak datang. Continue reading “Debat Sastra Berujung Pidana?”

Budaya Tradisi dalam Sistem Mata Pencaharian (bagian I)

Tulus S *

Anenggih pundi ta nagri ingkang pinurweng carita samangke, ingkang kaeka adi dasa purwa, eka marang sawiji, adi linuwih, dasa sepuluh, purwa wiwitan. Adi-adining garba gupita datan wonten kadi nagri ing Dwarawati, nagri ingkang panjang punjung pasir wukir loh jinawi, gemah ripah karta tur raharja. Panjang marang adawa, punjung iku luhur, basa pasir ngarepake samudra, wukir ngungkurake gunung. Continue reading “Budaya Tradisi dalam Sistem Mata Pencaharian (bagian I)”

Budaya Tradisi dalam Sistem Mata Pencaharian (bagian II)

II. Mitos Dewi Sri
Tulus S *

Budaya tradisi bercocok tanam padi di atas adalah sebuah simbol kebudayaan masyarakat Jawa yang memuliakan Dewi Sri sebagai dewanya padi. Mitos Dewi Sri ataupun budaya tanam padi seperti di atas termasuk budaya lisan yang patut dihargai dan dilestarikan. Pada hakikatnya nenek moyang kita telah mengenal dan mempunyai bentuk penghargaan terhadap “pangan”. Kearifan lokal nenek moyang itu salah satunya tertuang dalam mitos tentang Dewi Sri. Continue reading “Budaya Tradisi dalam Sistem Mata Pencaharian (bagian II)”

Budaya Tradisi dalam Sistem Mata Pencaharian (bagian III)

III. Peralatan Tradisi Pertanian
Tulus S

Alat-alat pertanian tidak lepas dari budaya manusia terutama masyarakat pedesaan. Masyarakat Jawa boleh dikatakan apapun yang dilakukan baik berupa bahasa, adat, nyanyian di dalamnya penuh simbol-simbol yang tersembunyi. Begitu juga alat-alat tradisi pertanian yang sekarang sudah jarang/tidak lagi dipakai oleh masyarakat petani. Era globalisasi sedikit banyak telah merubah tradisi tersebut yang katanya lebih menuju pada ke-modernisasi-an. Continue reading “Budaya Tradisi dalam Sistem Mata Pencaharian (bagian III)”

Revolusi Bahasa dalam Politik Gender

Mariana Amiruddin *
Majalah Tempo, 12 Jan 2015

Sejumlah pemikir perempuan menemukan bahwa hampir semua bahasa dunia ternyata tidak netral gender. Bahasa kemudian perlu menjadi ruang politik gender. Apa yang disemayamkan dalam bahasa ternyata kental dengan bias patriarki. Deborah Cameron, seorang ahli linguistik, mengatakan bahwa “kata” tidak memiliki makna, tapi masyarakat yang memaknainya (words don’t mean, people mean). Continue reading “Revolusi Bahasa dalam Politik Gender”

Bahasa »