Anton Kurnia *
Majalah Tempo, 10 Feb 2014
Dalam kata-kata Orhan Pamuk, novelis Turki pemenang Nobel Sastra 2006, melalui narator si warna merah dalam adikaryanya Benim Adim Kirmizi (1998) atau My Name Is Red, “Warna adalah sentuhan mata, musik bagi mereka yang tuli, sepatah kata yang dilahirkan kegelapan.” Continue reading “Merah yang Bukan Kirmizi”
