MEMPERTANYAKAN PENTINGNYA MANUSKRIP ISLAM KEAGAMAAN

Agus Sulton
Radar Mojokerto, 25 Okt 2015

Manuskrip atau biasa disebut “naskah” adalah benda material berupa tulisan tangan nenek moyang kita yang berusia berpuluh-puluh tahun bahkan ratusan tahun dengan menggunakan bahasa daerah sebagai pengantar atau bahasa Arab. Menuskrip mengenalkan kita tentang adat istiadat, sejarah suatu daerah, pemikiran masa lampau termasuk berbagai bidang ilmu usuluddin, ilmu fiqh, Continue reading “MEMPERTANYAKAN PENTINGNYA MANUSKRIP ISLAM KEAGAMAAN”

Santri

Misbahus Surur

Ada dua model belajar di pondok selama yang saya alami dahulu. Seingat saya dan yang paling terkesan kala itu adalah kentalnya hafalan di berbagai mata pelajaran yang nyaris menyiksa, dan kajian kitab dari berbagai wacana pengetahuan agama dengan teknik memberi syarh menggunakan huruf Pegon alias makna gandhul dengan bahasa Jawa. Continue reading “Santri”

“Yang Luput dari Penghargaan: Politik Penganugerahan Hadiah Nobel Sastra”

Benedict Anderson

Diterjemahkan oleh Ronny Agustinus * dengan persetujuan dan penyeliaan penulis dari “The Unrewarded: Notes on the Nobel Prize for Literature”, New Left Review 80, Maret-April 2013, hlm. 99-108. Tulisan ini merupakan perluasan dari Kata Pengantar buku Nor Faridah Abdul Manaf dan Mohammad Quayum (eds.), Imagined Communities Revisited: Critical Essays on Asia-Pacific Literatures and Cultures, Kuala Lumpur 2011. Continue reading ““Yang Luput dari Penghargaan: Politik Penganugerahan Hadiah Nobel Sastra””

Bahasa »