Nobel Sastra dan Kutukan Tiga Persen

Eka Kurniawan *
pekanbaca.blogspot.com

Nobel Kesusastraan 2014 dianugerahkan kepada penulis Prancis Patrick Modiano. Kabar itu ditanggapi banyak pembaca, tak hanya di Indonesia, tapi juga di mana-mana (tentu saja kecuali di Prancis dan negara-negara berbahasa itu), dengan gumaman, “Siapa dia?”

Kasus yang sama terjadi pada 2009 ketika Herta Muller, penulis Rumania berbahasa Jerman, memperoleh penghargaan tersebut. Juga tahun 2008 untuk J.M.G. Le Clezio (Prancis) dan 2004 untuk Elfriede Jelinek (Austria). Continue reading “Nobel Sastra dan Kutukan Tiga Persen”

Puisi Dunia, Sastra Terjemahan

Marhalim Zaini
riaupos.co

UNESCO, menetapkan Word Poetry Day pada tanggal 21 Maret. Jika penetapan itu, penanda ingatan, untuk petanda bagi sebuah momentum kelahiran, kita (penyair dan bukan penyair) mestinya bahagia. Sama bahagianya ketika Hari Puisi Indonesia dideklarasikan di Riau tahun lalu, diperingati setiap tanggal 26 Juli (mengacu hari kelahiran Chairil Anwar). Sama bahagianya juga, saya kira, ketika Taufiq Ismail (kalau tak salah 24 Maret ini) memaklumatkan Hari Sastra Indonesia, jatuh pada tanggal 3 Juli, yang merujuk pada hari lahirnya sastrawan Abdoel Moeis. Continue reading “Puisi Dunia, Sastra Terjemahan”

SASTRAWAN DAERAH SULAWESI TENGGARA PAHLAWAN YANG KESEPIAN

La Ode Balawa *

Bukan untuk mengajarkan kesombongan pada Komunitas Sastrawan Daerah Sultra (Sulawesi Tenggara), tapi demi kejujuran dan keadilan saya harus membuka risalah ini dengan pernyataan: sepanjang sejarah berdirinya Provinsi Sulawesi Tenggara baru Komunitas Sastrawan Daerah Sultra (satu-satunya) yang sudah berhasil mempersembahkan medali emas/tinta emas nasional terhadap daerah ini. Continue reading “SASTRAWAN DAERAH SULAWESI TENGGARA PAHLAWAN YANG KESEPIAN”

KONSTELASI SASTRA ACEH

(Melihat Perkembangan Sastra Aceh Lebih Dekat)
D. Kemalawati

1. Sekilas Perkembangan Sastra di Aceh

Membicarakan sastra di Aceh, tentu memerlukan uraian yang sangat panjang. Karena daerah ini telah memainkan peranan penting dalam sejarah, agama dan budaya di Nusantara setidak-tidaknya sejak akhir abad ke-14 terutama abad ke-16 dan 17. Terutama dalam bentuk sastra sufi (tasawuf)—salah genre sastra Melayu dalam tahap awal—yang harus diingat adalah sastra Melayu yang lahir di Aceh adalah ibu sastra modern Nusantara (dalam sekop kecil Indonesia). Continue reading “KONSTELASI SASTRA ACEH”

Bahasa »