MELUPAKAN JAKARTA? TAWARAN SASTRA DARI (TEPI) SUMATRA

Ragdi F. Daye
ragdifdaye.multiply.com, 11 April 2007

Riau tak ubahnya replika Indonesia dalam soal keragaman etnis atau subkultur masyarakatnya, seperti juga Jakarta dan Yogya. Di daerah ini hidup masyarakat etnis Minangkabau, Jawa, Batak, Banjar, Bugis, Cina, dan lainnya yang memberi warna pluralitas atas dominasi budaya Melayu. Continue reading “MELUPAKAN JAKARTA? TAWARAN SASTRA DARI (TEPI) SUMATRA”

Deprofesionalisasi Perguruan Tinggi Swasta

Sutejo
Karya Darma, 7 Jan 1997

Maraknya perguruan tinggi swasta (PTS) di tanah air menyentakkan kita untuk semakin berhati-hati dalam menjatuhkan pilihan. Apalagi PTS yang tumbuh subur di daerah-daerah. Gejala deprofesionalisasi PTS menjadi fenomena menarik jika dikaitkan dengan keinginan Depdikbud beberapa waktu lalu, untuk melakukan semacam pengawasan dan pengendalian total melalui konsep yang telah ditawarkan kepada BMPTSI. Continue reading “Deprofesionalisasi Perguruan Tinggi Swasta”

Mempertanyakan Nasib Sastrawan

Humam S. Chudori
Suara Karya, 27 April 2013

BEBERAPA waktu yang lalu, salah seorang penyair menceritakan keluhan tentang tulisan-tulisannya tidak muncul di media cetak. Ia berpesan agar mempertimbangkan cerpen saya yang akan dikirim ke media itu. Pasalnya, media yang dimaksud hanya akan memuat cerpen trend tertentu. Artinya, jika saya tidak mengubah pola penulisan yang dikehendaki redakturnya, jangan harap cerpen saya akan dimuat. Continue reading “Mempertanyakan Nasib Sastrawan”

Abdoel Moeis dan Hari Sastra

Beni Setia *
Lampung Post, 28 Apr 2013

AKHIRNYA, di Bukittinggi, Minggu (24/3/2013), Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryarti resmi menatapkan 3 Juli sebagai Hari Sastra Indonesia –dengan berpatokan ke hari kelahiran Abdoel Moeis. Jadi tak heran kalau momentum pengumuman resmi itu dilakukan di kompleks SMAN 2 Kota Bukittinggi, yang dulu pernah jadi tempat sastrawan Abdoel Moes bersekolah. Continue reading “Abdoel Moeis dan Hari Sastra”

Bahasa »