Umar Kayam: Pokok dan Tokoh

Bandung Mawardi
Kedaulatan Rakyat, 24 Mei 2oo9

Umar Kayam (1932 – 2002) adalah pokok dan tokoh dalam sastra, seni, kebudayaan, dan ilmu sosial. Nama ini menjadi bab penting dalam biografi kebudayaan Indonesia. Tokoh ini memang moncer untuk pelbagai hal dan memberi “sihir wacana” untuk publik. Orang berhak membaca dan menilai Umar Kayam karena cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan, novelet Sri Sumarah dan Bawuk, novel Para Priyayi, dan novel Jalan Menikung. Continue reading “Umar Kayam: Pokok dan Tokoh”

Akar kebudayaan yang hilang

Fajar AS
http://www.waspada.co.id/

Christine Hakim, bintang film Indonesia terkemuka telah mengutarakan keprihatinannya yang sangat mendalam, bahwa Indonesia Kehilangan Akar Budaya (Waspada, Jumat 28 Mei 2010). Sang bintang berpendapat bahwa kenyataan ini adalah akibat kebijakan politik “pemerintah” terhadap pendidikan dan kebudayaan masih rapuh. Continue reading “Akar kebudayaan yang hilang”

Pendidikan (Tanpa) Kebudayaan

Yonky Karman
Kompas, 18 Juli 2007

Kita memiliki Hari Pendidikan Nasional, Hari Guru, dan Hari Anak. Ada kementerian yang membawahkan pendidikan. Dalam konstitusi tercantum anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari anggaran belanja pemerintah. Namun, angka siswa putus sekolah meningkat. Biaya sekolah tetap mahal. Kesempatan bersekolah bagi anak dari keluarga sederhana kian sempit. Continue reading “Pendidikan (Tanpa) Kebudayaan”

MENJADI MUSLIM-INDONESIA Inspirasi dari Pemikiran Gus Dur

Marzuki Wahid *
Kabar Cirebon, 30 Des 2011

Hari ini, Jum’at (30/12/2011), haul kedua Gus Dur-panggilan legendaris KH Dr. Abdurrahman Wahid. Haul adalah ajaran budaya untuk memperingati, mengenang, dan meneladani kebaikan, serta mendoakan orang yang sudah meninggal dunia. “Aku hanya pulang, bukan pergi,” kata Gus Dur suatu waktu. Benar adanya, semangat, gagasan, dan gerakan Gus Dur tidak pergi, masih terus hadir hingga hari ini. Satu di antaranya adalah gagasan “menjadi muslim-indonesia” yang hendak diungkap dalam tulisan ini. Continue reading “MENJADI MUSLIM-INDONESIA Inspirasi dari Pemikiran Gus Dur”

Tantangan Pesantren di Era Multikulturalisme

Khamami Zada
http://khamamizada.multiply.com/

Abdurrahman Wahid pernah meyebut pesantren sebagai subkultur. Sebagaimana terdapat dalam sosiologi, sebuah subkultur minimal harus memiliki keunikannya tersendiri dalam aspek-aspek berikut: cara hidup yang dianut, pandangan hidup dan tata nilai yang diikuti, serta hirarki kekuasaan intern tersendiri yang ditatati sepenuhnya.[1] Continue reading “Tantangan Pesantren di Era Multikulturalisme”

Bahasa »