Bauby ‘Menulis’ dengan Kedipan

Sammy Khalifa
http://blog.harian-aceh.com/

Kisah seorang penulis Perancis yang tetap menulis dalam kondisi lumpuh. Ia “menulis” dengan kedipan matanya. Kisah hidupnya kemudian difilmkan, dan menjadi 4 nominasi Academy Award.

Jean-Dominique Bauby, lahir di Perancis pada 23 April 1952. Dia sekolah di Paris. Ia merupakan ayah dari dua orang anak; Theophile and Celeste. Setelah bekerja sebagai jurnalis selama beberapa tahun, ia menjadi editor di salah satu majalah terkenal di Paris yang membahas tentang fasion, kecantikan, kesehatan dan hiburan, Elle pada 1991 hingga kemudian ia dipercayakan sebagai pemimpin redaksi (pimred) majalah tersebut. Continue reading “Bauby ‘Menulis’ dengan Kedipan”

Geliat dari Forum Lingkar Pena

Dwi Fitria
Jurnal Nasional, 31 Agu 2008

Bertopangkan nilai-nilai keagamaan, karya sastra tidak muncul sekadar seni dan hiburan.

DI tengah-tengah booming film-film horor yang marak membanjiri bioskop-bioskop di Tanah Air, muncul sebuah film fenomenal, Ayat-ayat Cinta (AAC) yang dibesut oleh sutradara Hanung Bramantyo. Film ini mengusung sesuatu yang berbeda dari tema horor yang banyak mewarnai film-film seangkatannya. AAC mengangkat tema islami. Kesuksesan film ini masih suatu anomali bagi banyak orang. Di luar semua itu, film itu sukses menyedot jutaan penonton. Continue reading “Geliat dari Forum Lingkar Pena”

Bangun Kembali Rumah Bung Karno

Susanto Zuhdi *
Kompas, 26 Agu 2008

TIDAK banyak bangsa di dunia ini yang mendapatkan kemerdekaannya melalui perjuangan panjang dan berat untuk melepaskan diri dari penjajah asing. Satu di antara yang sedikit itu adalah Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia, perjuangan itu harus dengan pengorbanan besar. Proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 merupakan titik kulminasi dari perjuangan panjang bangsa melepaskan diri dari belenggu penjajah asing. Continue reading “Bangun Kembali Rumah Bung Karno”

“Ketika Cinta Kembali”, Ramuan Kisah Cinta dalam Bahasa Puisi

Sihar Ramses Simatupang
_Sinar Harapan, 29 Agu 2008

Rona jingga ditaburkan/
Kesenduan sinar rembulan ditata/
Untaian berlian di langit ditaburkan/
Kesejukan air diisi sebagai bejana kehidupan.

UNTAIAN puisi semacam itu terselip di antara halaman akhir novel Martha Sinaga. Karyanya yang bertajuk Ketika Cinta Kembali memang ditampilkan dengan bahasa puitik dan cenderung populer. Continue reading ““Ketika Cinta Kembali”, Ramuan Kisah Cinta dalam Bahasa Puisi”

Rumah Puisi Taufiq Ismail

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 30 Agu 2008

KESUNGGUHAN penyair Taufiq Ismail menumbuhkembangkan daya apresiasi sastra di kalangan anak-anak sekolah, dalam hal ini di kalangan anak-anak SMA lewat program Sastrawan Bicara Siswa Bertanya (SBSB) serta program Membaca, Menulis, dan Apresiasi Sastra (MMAS) untuk guru bahasa dan sastra Indonesia tidak diragukan lagi. Program tersebut sejak diluncurkan hingga kini sudah berjalan selama 10 tahun. Continue reading “Rumah Puisi Taufiq Ismail”

Bahasa »