Berdakwah Tanpa Mengajari

Grathia Pitaloka
Jurnal Nasional, 31 Agu 2008

WACANA mengenai sastra Islami di Indonesia kembali bergaung ketika novel Ayat-ayat Cinta (2004) karya Habiburrahman El Shirazy disebut sebagai novel terlaris. Tak lama kemudian menjamur karya-karya serupa yang mengusung bendera sastra Islami.

Tema Tuhan dan religiositas Islami bukan lagu baru dalam ranah sastra tanah air. Sejak lama tema tersebut telah jadi bagian dalam perkembangan sastra di Indonesia. Continue reading “Berdakwah Tanpa Mengajari”

Surau

Arie MP Tamba
Jurnal Nasional, 31 Agu 2008

PROSA Indonesia menjadi ruang penelitian yang kaya dan mengasyikkan, tentang betapa besarnya pengaruh surau di dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Surau adalah sebuah tempat bersembahyang lima waktu (kecuali sholat Jum’at) umat Islam, yang lebih kecil dari masjid. Di pedesaan, keberadaan Surau demikian akrab dengan penduduk, karena di sana juga biasanya diadakan pengajian. Continue reading “Surau”

Sejarah Perompak dan Orang Laut di Asia Tenggara

Iskandar P Nugroho *
Kompas, 8 Juni 2008

DALAM historiografi tradisional Asia Tenggara, perompak atau bajak laut, pekerja seks, tukang ”rickshaw” dan kelompok ”orang kecil” lain seolah dikelompokkan sebagai ”underclass” dan dipresentasikan sebagai ”the people without history”. Padahal, mereka justru merupakan elemen penting yang memengaruhi perubahan lanskap budaya dan sejarah Asia Tenggara. Continue reading “Sejarah Perompak dan Orang Laut di Asia Tenggara”

Novel Borjuis dan Konsep Bersastra STA

Ahmadun Yosi Herfanda *
Republika, 08 Juni 2008

PEMIKIRAN dan karya-karya sang renaisans Indonesia, Sutan Takdir Alisyahbana (STA), masih tetap menarik untuk dikaji. Selalu ada hal-hal baru yang ditemukan oleh para pengkaji yang tajam dan kritis.

Menyusul diterbitkannya beberapa buku tentang STA, karya dan pemikirannya, berbagai seminar dan diskusi pun digelar dalam rangka 100 tahun sang tokoh Angkatan Pujangga Baru tersebut. Continue reading “Novel Borjuis dan Konsep Bersastra STA”

Bahasa »