Novel Pop, Benarkah Novel Hiburan?

Linda Sarmili
http://www.suarakarya-online.com/

Agak susah juga melacak kembali kapan istilah novel pop di negeri kita dimulai. Sesudah sukses novel Marga T “Badai Pasti Berlalu” serta “Karmila” dan “Cintaku Di Kampus Biru” dari Ashadi Siregar yang juga sukses di filmkan, rasanya istilah pop itu begitu saja mulai digunakan untuk menggolongkan novel novel hiburan semacam itu sebagai novel pop. Bahkan kemudian setiap novel hiburan – tidak peduli mutunya macam apa – disebut juga novel pop. Continue reading “Novel Pop, Benarkah Novel Hiburan?”

Dinamika Sosial-Ritual dalam Kehidupan

Darojat Gustian Syafaat
lampungpost.com

Kita telah berada di pertengahan bulan Rajab, dan beberapa hari ke depan umat Islam akan memperingati sebuah peristiwa yang sangat agung dan fenomenal, yaitu Isra Mikraj yang selalu dirayakan setiap tanggal 27 Rajab. Segenap kaum muslimin telah bersepakat dan menerima kebenaran dari Isra Mikraj sebagai peristiwa yang sangat besar nan agung, karena tiada seorang nabi dan rasul yang diberi kehormatan oleh Allah swt. untuk melaksanakannya, hanya Nabi Muhammad saw. sajalah yang diberikan anugerah itu. Continue reading “Dinamika Sosial-Ritual dalam Kehidupan”

Bunuh Diri

Alex R. Nainggolan
http://www.lampungpost.com/

Hari-hari ini makin banyak kita dikejutkan oleh perangai orang-orang yang memilih tragis untuk mengakhiri hidupnya. Dalam pelbagai berita termuat bagaimana upaya orang-orang itu untuk menghabisi kehidupannya sendiri. Untuk memilih mengakhiri kehidupannya, entah karena patah hati, terlilit utang, gagal dalam ujian, atau melakukan bom. Yang terakhir ini memang bukan cuma dirinya yang mati, melainkan setidaknya yang diharapkan oleh si pelaku ada orang lain juga yang tewas. Continue reading “Bunuh Diri”

Hormat kepada Buku

Sartika Dian Nuraini
http://www.lampungpost.com/

Tidak ada yang sanggup membantah bahwa memiliki buku menjadi sebuah kebanggaan. Sebuah hikayat pernah menceritakan tentang seseorang yang terlalu fanatis dengan buku. Setiap kali saat ia menginginkan untuk membaca buku itu, ia selalu melakukan ritual-ritual yang sakral.

DIA membedakan perlakuan-perlakuannya terhadap buku-buku yang ia sentuh. Baginya, peristiwa bersama buku menjadi pertaruhan emosi dan jiwanya. Continue reading “Hormat kepada Buku”

Kembalikan Bahasa pada Puisi

Yunit Permadi*
Seputar Indonesia, 1 Mei 2008

PUBLIK pernah dihentakkan oleh kredo puisi dari ”presiden” penyair Sutardji Calzoum Bachri. Kredo tersebut ditulisnya dalam kumpulan O Amuk Kapak. Baginya,penulisan puisi adalah mengembalikan kata pada mantra.

Kredo ini juga bukan hanya penolakan tentang kemapanan makna bahasa, melainkan juga bicara tentang esensi bahasa. Di dalam puisinya kita dapat menemukan kata yang bermain-main, merujuk ke berbagai arah, bahkan juga kadang tak merujuk apapun. Continue reading “Kembalikan Bahasa pada Puisi”

Bahasa »