Maman S. Mahayana *
Kompas, 16 Des 2006
Bahasa Melayu, yang kemudian menjadi bahasa Indonesia, sudah sejak lama mengandung dan mengundang sihir. Ia menyimpan kekuatan magis. Siapa pun yang berhubungan intim dengannya, bakal terjerat pesona. Menggaulinya laksana menggerayangi sosok tubuh yang penuh misteri.
Semakin mengenal seluk-beluknya, semakin ingin mengungkap daya pukaunya. Di situlah, bahasa Indonesia sebagai saluran ekspresi. Ketika bahasa etnik mampat dan gagal menjadi alat komunikasi yang dapat dipahami etnik lain, ketika itulah bahasa Indonesia tampil sebagai pilihan. Continue reading ““Indonenglish” : Karena Sihir Bahasa Indonesia”
