LORONG WAKTU; Melihat Sisi-sisi “DEFERENSI” Iksan Brekele*

M.D. Atmaja**

“Sebagai benih yang kau tabur demikian pula akan kau petik buahnya” (Samyutta Nikaya).

Tanpa untuk menisbatkan mengenai sesuatu apa pun, saya memang sengaja menggunakan kalimat bijak Nikaya di atas untuk mengawali tulisan ini, yang berusaha untuk membawa petuah itu menjadi penjelasan singkat atas sebuah perjalanan manusia dalam mencapai titik-titik kehidupan manusia yang bertingkat (tingkatan di sini bukan kelas sosial). Continue reading “LORONG WAKTU; Melihat Sisi-sisi “DEFERENSI” Iksan Brekele*”

BENGKEL SASTRA DI KOTABARU

Helwatin Najwa
www.radarbanjarmasin.com/

Berawal dari jalan-jalan ke Balai Bahasa Banjarmasin menonton pelatihan Bengkel Drama pada tahun 2007 lalu, saya mengetahui ternyata ada juga program lain yaitu Bengkel Sastra. Untuk mendapat bantuan dan perhatian yang lebih maksimal dalam membina siswa SSSI Kotabaru, saya berkirim surat kepada Balai Bahasa agar Kotabaru mendapat jatah untuk program Bengkel Sastra. Continue reading “BENGKEL SASTRA DI KOTABARU”

SASTRAWAN PLAGIAT VS SASTRAWAN GILA HORMAT

M. Nahdiansyah Abdi
radarbanjarmasin.com

Dalam jagat kesusastraan, setidaknya ada dua penyakit kronis yang bisa menjangkiti si sastrawan, yaitu plagiat dan gila hormat. Bagi sementara orang, hal ini bisa jadi menjijikkan tapi mungkin juga menggelikan. Ketimbang menghujat dan menghakimi, penulis tertarik untuk mencari tahu apa yang melatarbelakangi seorang sastrawan melakukan tindak plagiat di satu sisi dan di sisi lain, tergila-gila pada penghormatan. Tulisan ini juga merupakan apresiasi terhadap tulisan Mahmud Jauhar Ali di RB, Maret 2009, yang bertajuk Anti Kritik Memadamkan Cahaya Pengetahuan. Continue reading “SASTRAWAN PLAGIAT VS SASTRAWAN GILA HORMAT”

Balada Seorang Rendra

W.S. Rendra telah tiada. Adakah saya bisa berpaling?

Asarpin

Suatu hari saya dengar pidatonya. Suaranya menggelegar. Tangannya bagaikan kaki burung merak, tajam, menukik-menghantam.

Siang itu di salah satu galeri di Jakarta ia berpakaian serba-putih hingga tampak gagah dan berwibawa. Itulah busana yang selalu mengingatkan saya kepada sosok Bung Karno. Dan foto Rendra memang sering disandingkan dengan foto Bung Karno. Keduanya sama-sama gagah. Necis. Dan tampak plamboyan. Bahkan pidato-pidato keduanya sama-sama memukau. Continue reading “Balada Seorang Rendra”

Penyair-penyair Jawa Timur Terabaikan

Catatan Kecil dari Festival Puisi Internasional
Tjahjono Widarmanto
14 Mei 2002, Kompas Jawa Timur

SEBUAH pesta kebudayaan baru saja lalu. Selama dua minggu, dari tanggal 1-13 April 2002, di tiga kota di Indonesia (Bandung, Surakarta, dan Makassar) digelar sebuah acara baca puisi antarbangsa yang diberi tajuk Festival Puisi Internasional Indonesia 2002. Festival ini melibatkan 45 penyair dari delapan negara, yaitu empat negara Eropa (Jerman, Belanda, Austria, dan Irlandia), tiga negara Asia (Jepang, Malaysia, dan tuan rumah Indonesia), serta satu negara Afrika (Afrika Selatan). Continue reading “Penyair-penyair Jawa Timur Terabaikan”

Bahasa »