Puncak Resah yang Menyelamatkan

M.D. Atmaja

Problematika hidup manusia memiliki ruang yang teramat komplek, mulai dari hal yang terkecil sampai hal yang besar. Layaknya sungai yang mengalir, terkadang berarus deras yang menghanyutkan, dan terkadang bergemericik menggelikan. Komplekitas akan masalah kehidupan ini sebenarnya sebatas pada bumbu penyegar agar hidup tidak membosankan. Kalau tidak ada masalah, hidup manusia terkesan datar dan tidak menggairahkan. Continue reading “Puncak Resah yang Menyelamatkan”

Rendahnya Apresiasi Akademik terhadap Karya Sastrawan Kalsel

Sainul Hermawan
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

Salah satu isu penting yang saya tawarkan dalam diskusi sastra yang diselenggarakan oleh Radar Banjarmasin pada 30 Desember 2010 di Minggu Raya Banjarbaru adalah apakah kemeriahan sastra di Kalsel yang ditandai dengan kegiatan aruh sastra, festival, tadarus, sayembara dan pelatihan penulisan, penerbitan buku dan peluncurannya, dan sebagainya berhasil menciptakan publik pembacanya? Continue reading “Rendahnya Apresiasi Akademik terhadap Karya Sastrawan Kalsel”

Gie yang Sunyi

Asarpin

Dia seorang aktivis. Demikian kita menonton film Gie seraya mengenang tahun-tahun terakhir kejatuhan Bung Karno. Ada seorang anak muda, mahasiswa UI, menunjukkan bakat yang kuat sebagai aktivis sekaligus penulis. Konon, dari penanya yang paling pribadi, ia merangkai kisah para demonstran berhari-hari, yang kemudian diterbitkan jadi buku catatan harian Sho Hok Gie. Continue reading “Gie yang Sunyi”

Sastrawan Aceh: Sunyi di Tengah Keramaian

Anung Wendyartaka
Kompas, 19 Juni 2009

KARYA-KARYA besar sering kali dihasilkan dari tempat-tempat yang jauh dari memadai. Tengok saja karya legendaris novel petualangan Old Shatterhand dan sobatnya orang Indian, Winnetou, karya Dr Karl May maupun tetraloginya Pramoedya Ananta Toer yang dihasilkan dari balik jeruji penjara. Masih banyak karya-karya besar dunia lain, terutama sastra, yang dihasilkan dari tempat yang jauh dari fasilitas memadai. Continue reading “Sastrawan Aceh: Sunyi di Tengah Keramaian”

Bahasa ยป