Rancage “Putus Napas” Penerbitan Buku Sastra Daerah

Wisnu Wage Pamungkas
Gatra,10 Feb 2011

Bagi para penulis karya sastra berbahasa daerah, tanggal 31 Januari adalah hari penting. Itu tanggal kelahiran sastrawan nasional dan penggiat sastra Sunda, Ajip Rosidi. Setiap tanggal itu pula, sejak 23 tahun lalu, Ajip menggagas dan mengumumkan penghargaan penting: Hadiah Sastra Rancage. Continue reading “Rancage “Putus Napas” Penerbitan Buku Sastra Daerah”

“Nyai”nya Pramoedya Ananta Toer

M.D. Atmaja

Pramoedya Ananta Toer (PAT), seorang penulis legendaris yang menjalani kehidupan dalam perjalanan panjang dan berat, serta perjuangan yang berat juga. Dia memikul tanggung jawab sebagai agen pembeber realitas sejarah masyarakatnya. Hal ini dapat saja kita tilik, dari pandangan kepenulisan PAT yang berlandaskan pada Realisme Sosialis, yang dalam pandangan Gorki: “bahwa setiap orang harus mengetahui sejarahnya”, sehingga peran untuk mengungkapkan realitas sejarah dipikul sastrawan Realisme Sosialis. Continue reading ““Nyai”nya Pramoedya Ananta Toer”

PERANG DINGIN GAGASAN ESTETIK PUISI DAN FIKSI

S. Jai *)

MEMBACA kembali fiksi dan realitas sastra kita kini, tentunya merupakan suatu upaya yang tepat dan pada waktu yang tepat pula—sebelum jatuh dalam nostalgia berkepanjangan. Kita hampir saja mengalami sindrom nostalgia pada kedua hal yang jelas berkait erat itu. Bahwa walaupun pada mulanya semangatnya untuk “membaca kecenderungan estetika fiksi kita” akan tetapi sudah barang tentu bakal mencermati subtansi di balik teks sastra khususnya pandangan dunia sebagaimana kerap kali mencuat di pelbagai media. Continue reading “PERANG DINGIN GAGASAN ESTETIK PUISI DAN FIKSI”

Sastra Indonesia di Persimpangan Jalan

S Yoga *
Jawa Pos, 5 Des 2010

Sebagian pengamat sastra menyatakan bahwa sastra Indonesia saat ini berada dalam status quo, jalan ditempat. Bahkan ada yang mengganggap mengalami kemunduran jika dibanding dengan sepuluh tahun yang lalu. Padahal, secara kuantitatif, banyak karya sastra yang diterbitkan, banyak pula sastra asing yang sudah diterjemahkan, banyak even sastra, lomba dan diskusi. Begitu pula sudah sangat terbuka penerbitan buku maupun media masa yang mengakomodasi karya sastra. Lalu bagaimana kondisi yang sebenarnya? Continue reading “Sastra Indonesia di Persimpangan Jalan”

Pada Akhirnya, Sastrawan adalah Politikus

Udo Z. Karzi
Cybersastra.net, 8 Feb 2002

TAK lama setelah saya menulis esai berjudul sama dengan esai ini di harian lokal, Binhad Nurrohmat menyebut judul sebagai “kalimat mahal”. Terpaksa saya pakai lagi judul ini untuk mengatakan Binhad pun telah berpolitik dengan esainya. Dan sesungguhnya, esai ini lahir melihat pertentangan di antara para sastrawan di berbagai media massa dalam banyak hal. Sebut saja, soal kontroversi Khatulistiwa Award, sastra koran vs sastra serius, Angkatan 2000 dalam sastra Indonesi, dan sastra internet. Setidaknya, ada perdebatan yang cukup keras di antara para “politikus sastra”, baik di media lokal maupun media nasional. Continue reading “Pada Akhirnya, Sastrawan adalah Politikus”

Bahasa »