Ribut Wijoto
Radar Surabaya, 7/11/2010
Dalam beberapa hal, saya adalah penggemar Afrizal Malna. Ketika suatu kali Afrizal bilang bahwa banyak penyair sekarang sebenarnya tidak punya alasan untuk menulis puisi, sungguh, saya terpesona.
Apakah pernyataan itu dilontarkan setelah melalui riset yang panjang, pertimbangan mendalam, atau sekadar ceplosan, saya tidak tahu pasti. Yang pasti, dalam beberapa hari bahkan bulan, pernyataan itu terus terngiang dalam benak saya. Continue reading “Template Afrizal Malna”
