Cerpen, Modernitas dan Kematian

Marwanto
http://www.kr.co.id/

BAGAIMANA masyarakat modern-kota memandang kehadiran sebuah cerpen? Sudah barang tentu jawabannya beragam. Sebuah cerpen di suratkabar mungkin dipandang sebagai hiburan semata. Pemuatannya di sebuah koran harian yang pas hari Minggu, sangat cocok untuk mengisi waktu santai. Cerpen di sini lalu hanya semacam intermezo. Selingan dari kebisingan berita yang ?itu-itu saja?: kekerasan, kriminal, kesibukan di lantai bursa serta acara seremoni politisi. Continue reading “Cerpen, Modernitas dan Kematian”

Kekuatan Karya Sastra; Mengurai Keterkaitan Karya Sastra dan Perubahan Masyarakat

Aang Fatihul Islam *

Karya sastra merupakan letupan puing-puing mahakarya yang dieksekusi lewat suara- suara masyarakat. Barangkali itu merupakan ungkapan yang tepat untuk mengapresiasi kekaguman saya pada karya sastra. Ketika banyak digembor-gemborkan istilah agen perubahan (agen of change) di tengah-tengah Mahasiswa dari zaman orde lama hingga kini, maka saya disini ingin menguak sebuah agen of change yang berkaitan dengan karya sastra. Continue reading “Kekuatan Karya Sastra; Mengurai Keterkaitan Karya Sastra dan Perubahan Masyarakat”

Sang Pencerah

Jauhari Zailani
lampungpost.com

Satu abad Muhammadiyah. Melalui film Sang Pencerah, pemahaman terhadap organisasi ini tercerahkan.

MUMPUNG Lebaran, sekeluarga kami menonton. Ada dua isu penting, menurut anak-anak saya, yang aktual. Pertama, film ini diluncurkan ketika umat Islam dihebohkan dalam menentukan arah kiblat salat. Kedua, sepanjang dekade terakhir, kita disibukkan isu pluralisme. Continue reading “Sang Pencerah”

Detak Bahasa Di Antara Pencipta Dan Apresiator Puisi II

Imron Tohari

Kemajuan tehnologi komunikasi dewasa ini, diakui atau tidak diakui, telah memberi warna baru bagi tumbuh kembangnya sastra seni, khususnya sastra puisi/syair/sajak. Benarkah seperti itu?

Saya katakan iya! Bukannya tanpa alasan, lihat saja dengan menjamurnya forum-forum pertemanan (jejaring social) di dunia virtual/maya, seperti yang lagi trend dewasa ini, semisal: Yahoo Answer, Friendster, Hi5, FaceBook, dll. Menjadikan para pencinta sastra puisi/syair/sajak, bisa dengan cepat dan mudah mempublis karya-karyanya tanpa harus takut ditolak, yang mana hal tersebut merupakan salah satu momok bagi mereka bilamana karya tersebut dikirim ke media cetak yang tentunya melalui proses seleksi terlebih dahulu. Continue reading “Detak Bahasa Di Antara Pencipta Dan Apresiator Puisi II”

Dari Ambivalensi Hingga Berladang di Punggung Sastrawan

Indrian Koto
Riaupos, 03 Okt 2010

Tulisan Romi Zarman yang berjudul Tiga Catatan di Riau Pos Edisi Minggu 19 September 2010 terkesan terburu-buru memandang ragam soal dalam sastra. Lantaran banyaknya hal yang ingin dia gugat, perlu kiranya ada respon untuk membuka sebuah dialog. Harapan saya akan ada diskusi dan bahasan yang lebih spesifik untuk setiap persoalan. Continue reading “Dari Ambivalensi Hingga Berladang di Punggung Sastrawan”

Bahasa ยป