DUNIA SURAM MARHALIM ZAINI

Maman S. Mahayana *

Marhalim Zaini: sebuah nama yang patut diperhitungan dalam deretan sastrawan Riau masa kini. Ia tergolong sastrawan generasi selepas Ibrahim Sattah, Rustam S. Abrus, BM Syam, Idrus Tintin, Ediruslan PE Amanriza, Sutardji Calzoum Bachri, Sudarno Mahyudin, Rida K. Liamsi, Tien Marni, Al-Azhar, Taufik Ikram Jamil, Fakhrunnas MA Jabbar, Hoesnizar Hood, Samson Rambah Pasir, Abel Tasman, Syaukani Al Karim, dan sederet panjang sastrawan Melayu lainnya yang bermunculan seperti tiada habisnya. Continue reading “DUNIA SURAM MARHALIM ZAINI”

Oka Rusmini Makin Menjadi

Sunaryono Basuki Ks
suarakarya-online.com

Sejak terbitnya novel Tarian Bumi sebagai cerber Harian Republika, Oka Rusmini menjadi daya tarik sastra Indonesia. Kerenanya Taufiq Ismail dengan Horison Sastra Indonesia memasukkan nukilan novel ini di dalam Kitab Nukilan Novel, Horison Sastra jilid ke III.

Dia mewakili 41 novelis Indonesia yang karyanya dicuplik di dalam buku ini, bersamaan dengan Panji Tisna dan Putu Wijaya. Namun, Tarian Bumi bukanlah novel pertamanya. Saat dia masih duduk di bangku SMA, dai menulis novel berjudul Gurat-Gurat, di muat sebagai cerber di Bali Post tempat dia kemudian bekerja sebagai redaktur. Continue reading “Oka Rusmini Makin Menjadi”

Gamelan: Eksotik, Mistik, dan Politik

Bandung Mawardi
http://www.suarakarya-online.com/

Gamelan Jawa telah memberi inspirasi dalam penciptaan musik klasik di Eropa. Inspirasi itu didapatkan komponis Claude Debussy ketika menikmati alunan gamelan dalam acara Eksposition Universelle di Paris (1889). Acara ini diselenggarakan dalam rangka peringatan seabad Revolusi Prancis dan peresmian Menara Eiffel.

Gamelan dihadirkan di kaki Menara Eiffel sebagai perwakilan anjungan Hindia Belanda dengan kepentingan “pameran” politik kebudayaan kolonial di negeri Eropa. Continue reading “Gamelan: Eksotik, Mistik, dan Politik”

MENIMPALI TULISAN BENI SETIA DAN DWI PRANOTO

Skandal TUK Manipulasi Sejarah Sastra Jatim
Achmad Farid Tuasikal
cetak.kompas.com

“Bila politik menyesaki kehidupan bangsa dan kotoran, maka sastralah yang mampu membersihkannya.” (John F Kennedy).

Tepatnya, apabila politik itu bengkok, sastralah yang meluruskannya. Penyair dan karyanya (sastra) adalah bagian dari sejarah pergerakan bangsanya. Mereka memiliki peran penting dan strategis dalam upaya menjaga dan memompa semangat rakyat dalam melawan kejahatan, seperti penguasa zalim, penindas, korupsi, dan manipulasi. Continue reading “MENIMPALI TULISAN BENI SETIA DAN DWI PRANOTO”

Pengalaman Menulis Buku Pengantar

Nurani Soyomukti*
http://www.jawapos.co.id/

ENTAH kebetulan atau tidak, esai Ridwan Munawwar di rubrik ini (Jawa Pos, 11 Juli 2010) yang berjudul Politik Buku Pengantar hadir saat saya sedang semangat-semangatnya menyelesaikan buku Pengantar Sosiologi. Buku itu saya mulai lebih dari tiga bulan yang lalu. Saya menulis dengan bersemangat karena dipicu tawaran untuk mengajar di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik sebuah kampus swasta. Karena itu, sebagai pengajar, saya harus bisa mengungkapkan pikiran dan gagasan secara lebih sistematis dan mudah dipahami pembaca (terutama mahasiswa). Continue reading “Pengalaman Menulis Buku Pengantar”

Bahasa ยป