Selamat Jalan Mbah Surip

Liza Wahyuninto*)
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

4 Agustus 2009 Tjahjono Widijanto membuat judul pada tulisannya ?Tak Gendong Ha-ha-ha!? di Forum Kompas Jatim. Melalui tulisannya Tjahjono Widijanto mencoba mengajak kita untuk merefleksikan kehidupan masyarakat, kita semua. Ia mengatakan bahwa lewat lagu Mbah Surip yang berjudul Tak Gendong masyarakat seperti diajak kembali memasuki bilik-biliknya sendiri yang wajar, spontan, jujur, dan tidak ada kehendak untuk merias diri. Dan pagi hari pada tanggal 4 Agustus pula Mbah Surip meninggalkan dunia untuk selamanya. Continue reading “Selamat Jalan Mbah Surip”

Menyoal Idealisme Mahasiswa di Jatim

A Qorib Hidayatullah
http://indonimut.blogspot.com/

Ruh perjuangan mahasiswa adalah kejujuran dan keberanian, bukan ABS (Asal Bapak Senang), miminjam istilah Mochtar Lubis dalam Manusia Indonesia (2001).

Peta perubahan yang diinisiasi mahasiswa di Jatim saat ini sangatlah miris. Aksi-aksi demonstrasi yang dibidani mahasiswa saat ini hanya menunggu lemparan isu dari media. Tak ada pembacaan independen dari mahasiswa mengawal melakukan kontrol publik atas pemerintah. Continue reading “Menyoal Idealisme Mahasiswa di Jatim”

Upacara Kemerdekaan, Upaya Mengkritisi Bangsa

Denny Mizhar*

Jika menapak tilasi bangsa Indonesia, tak jua menemui perubahan. Kebobrokan para pengambil kebijakan sudah bukan hal asing disaksikan. Pada realitasnya bangsa ini belum menemukan titik perubahan segar sesudah reformasi 1998. Tapi malah memasuki babak kegelapan. Orde Baru memang telah tumbang, namun gaya prilakunya masih menghantui, bahkan semakin akut. Tampak pada realitas keseharian dapat dipandang melalui layar televisi pun di sekitar kita. Kesewenang-wenangan penguasa politik pula penguasa modal. Demokrasi yang diharapkan malah diam di tempat tak bergerak sama sekali. Continue reading “Upacara Kemerdekaan, Upaya Mengkritisi Bangsa”

Nasionalisme TKW Hong Kong dalam Cerpen

Kuswinarto*
http://www.lampungpost.com/

Membicarakan nasionalisme di kalangan tenaga kerja wanita (TKW) kita di luar negeri sangat menarik. Sebab, bagi TKW (dalam asumsi saya), Indonesia yang menjadi Tanah Air mereka, tempat mereka lahir dan besar, bukanlah sebuah negeri yang bersahabat. Bagi mereka (masih dalam asumsi saya), Indonesia tak berpihak kepada rakyat kecil seperti mereka. Continue reading “Nasionalisme TKW Hong Kong dalam Cerpen”

Bahasa ยป