Kesusastraan Indonesia 25 Tahun ke Depan

Ribut Wijoto
sinarharapan.co.id

Tahun 1930-an, para sastrawan mampu menghasilkan pemikiran visioner. Pemikiran hasil perdebatan dengan melibatkan beragam pandangan. Bersandar pada realitas saat itu, para sastrawan memandang jauh untuk memberi arah serta gambaran kondisional sastra ke depan. Sampai kini, suara-suara dari perdebatan tersebut masih menggema. Continue reading “Kesusastraan Indonesia 25 Tahun ke Depan”

Menelusuri Jejak Skriptorium dan Tradisi Pernaskahan Masyarakat Kediri, Jombang, dan Lamongan *

Agus Sulton **

Pendahuluan
Tradisi menulis sudah dimulai sejak berabad-abad lampau sebelum Islam datang ke Jawa Timur. Hal ini, terbukti dari penemuan batu bertulis—yang banyak tersebar di Jawa Timur. Secara tidak langsung bukti peninggalan tersebut merupakan produk peradaban nenek moyang kita pada masa pengaruh Hindu-Budha. Continue reading “Menelusuri Jejak Skriptorium dan Tradisi Pernaskahan Masyarakat Kediri, Jombang, dan Lamongan *”

SM ARDAN: SASTRAWAN BETAWI-INDONESIA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Bagi masyarakat Betawi, SM Ardan boleh jadi lebih dikenal sebagai seniman Betawi daripada sebagai sastrawan Indonesia. Sememangnya, belakangan ini kiprah kesenimanan Ardan lebih banyak berkecimpung dalam berbagai masalah kebetawian daripada kesusastraan Indonesia. Wajarlah jika masyarakat Betawi menempatkannya sebagai sastrawan Betawi bergandengan dengan nama Firman Muntaco (1935?1993), Ramlan, dan Zaidan Wahab. Jika Ardan dan Firman Muntaco, secara konsisten seolah-olah hendak memotret peri kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi, maka Ramlan dan Zaidan Wahab lebih banyak mengangkat cerita-cerita silat Betawi. Continue reading “SM ARDAN: SASTRAWAN BETAWI-INDONESIA”

Jalur Awal Sastra Facebook

Nurel Javissyarqi

Sebelum berbilang kata. Haturkan diri ini sekadar pengelana, serupa tamu kurang sopan dengan kesiapan mati konyol ke medan magnetik kesusastraan. Meski yang kutulis melewati keyakinan kuat, kadang keraguan ganjil segetaran menggejolaki tubuh melampaui masa.

Dapat dibilang kesusastraan facebook di Indonesia bermula tahun 2009, atas deru semarak hingga hantu-hantu sebelumnya terlelap berbangkit berupa ketampanan aneh. Ialah para sastrawan yang mati suri tak lagi berkarya, kini mendapati darah segar seharum perubahan yang dihembuskan para generasi muda, yang kemuncul memandangi hamparan luas padang rumput nan menghijau bersama kesegarannya. Continue reading “Jalur Awal Sastra Facebook”

Bahasa »