Agama dan Spirit Perdamaian Global

Muhammadun AS
http://www.suarakarya-online.com/

Memasuki alam baru di era milenium ketiga, telah terjadi keterbelahan dahsyat dalam struktur dunia Islam. Ada yang berada di garis moderatisme global, yakni mereka yang dalam melihat teks agama tidak literal, menghargai perbedaan, dan terus menggali tafsir kritis-emansipatoris. Mereka biasanya mengusung keberagamaan di bawah payung perdamaian, kerukunan, toleransi, dan persaudaraan universal. Continue reading “Agama dan Spirit Perdamaian Global”

KEMBANG JATI JENGENE OPO? OPO

(Bunga jati namanya apa? Apa)
Nurel Javissyarqi

Kaca benggala menyerupai udara padat sebening kaca tebal lawas, memantulkan sifat nun sanggup ditembusi cahaya. Para terpelajar berkata; ilmu filsafat melalui garba bertanya. Kini aku tampilkan sekuntum bunga pertanyaan adalah kembang pohon jati. Siapa bertanya akan balik tanya kepada penanya. Inikah masa-masa tepat mempertanyakan jati diri?

Jika dipurbakan bolehlah dinamai pohon keabadian, letak mustika insan dalam diri. Siapa tertunduk kelihatan, yang mendongak tidak mampu meresapi kesadaran. Melafali fitroh teremban, lelaku takdir sudah digariskan alam pribadi di luar pun yang melingkupi. Continue reading “KEMBANG JATI JENGENE OPO? OPO”

Mencari Titik Temu antara Sastra dan Agama

Asef Umar Fakhruddin*
http://www.infoanda.com/Republika

Membincangkan relasi antara sastra dan agama memang selalu menarik. Tidak jarang menyeruak pula perdebatan sengit terkait kedua entitas ini. Perdebatan sengit antara “dua kubu” aliran sastra (kubu Taufiq Islamil dkk dengan kubu Hudan Hidayat dkk) beberapa waktu yang lalu dan bahkan sampai sekarang, jika dirunut, juga berujung pada di mana sebenarnya posisi sastra dan agama dalam kehidupan. Continue reading “Mencari Titik Temu antara Sastra dan Agama”

NOVEL FILSAFAT: TUHAN PUN TAK MELARANG

Catatan Kecil buat Ahmad Nurullah
Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Tulisan Ahmad Nurullah (?Yang Betul: Novel Filosofis,? MIM, 27 Februari 2005) memancarkan pesona dan seperti menghipnotis. Dengan menebarkan sejumlah pandangan para filsuf dunia, Ahmad Nurullah (AN) berhasil membekap substansi dua novel yang disinggungnya: Payudara karya Chavchay Syaifullah dan Tapak Sabda karya Faiz Noor. Saya kagum atas penalaran yang dikembangkannya. Memulai dari sebuah kejujuran dan mengakhiri dengan penghakiman. Di tengah itu, ia menebar jaring argumentasi yang pada akhirnya seperti menjerat kita pada perangkapnya. Sebuah esai argumentatif yang lumayan meyakinkan, tetapi sekaligus juga berbahaya dan menyesatkan! Continue reading “NOVEL FILSAFAT: TUHAN PUN TAK MELARANG”

Bahasa ยป