Hari Tak Punya Siang

iLenk rembulan
http://oase.kompas.com/

Nyanyian dalam kelam, demikian judul kumpulan puisi Sutikno Wirawan Sigit, dalam kemasan cover hitam kelam bergambar burung Colibri. Penyair Lekra , kelahiran Cilacap tahun 1939 ini tetap eksis dengan puisi-puisinya yang mungkin kita semua belum begitu akrab, mengingat sejak peristiwa G30S PKI tahun 1965 meletus , karya-karya penyair Lekra seakan menjadi barang haram untuk dibaca dan dinikmati di jaman Orde Baru. Continue reading “Hari Tak Punya Siang”

“Elang”: Potret Buram Indonesia Timur

Handoko F. Zainsam
http://oase.kompas.com/

Tak banyak mengalami kesusahan. Itulah yang pertama kali terbersit dalam pikiran saya saat membaca Novel ?Elang? karya Kirana-Kejora. Begitu mengalir, lancar, dan tak tersendat kisahnya. Sepertinya saya dihadapkan kepada seorang penulis sangat piawai dalam merangkai kisah, memainkan alur, dan menyodorkan ?robekan? nilai-nilai kemanusiaan. Continue reading ““Elang”: Potret Buram Indonesia Timur”

Setelah Empat Tahun Cak Nur Wafat

Gugun El-Guyanie
http://www.suaramerdeka.com/

?Tuhan akan mengutus seorang pembaharu pada pembukaan abad? (Al-Hadist)
Dari hadist di atas bisa ditangkap secara epistemologis, kelahiran seorang pembaharu sosial, mengikuti siklus seratus tahunan. Dalam konteks ini Nurcholis Madjid, yang tepat 29 Agustus diperingati haul ke-4, adalah seorang pembaharu yang diutus Tuhan dalam siklus seratus tahunan. Continue reading “Setelah Empat Tahun Cak Nur Wafat”

Bahasa ยป