Membaca Pipa Air Mata

Romi Zarman
http://www.riaupos.com/

Hampir setiap koran di negri ini memiliki halaman sastra. Masing-masingnya tentu memiliki cara yang berbeda dalam mengapresiasi penulisnya. Ada yang mengapresiasi dengan cara memberikan honor yang layak bagi penulisnya. Ada yang mengapresiasi penulisnya dengan cara mengumpulkan sejumlah karya dalam satu buku. Kompas, misalnya, mereka menyeleksi cerpen-cerpen yang dimuat selama setahun dan mengumpulkannya dalam bentuk buku. Begitu pun puisi dan esai yang dimuat di rubrik ?Bentara?. Continue reading “Membaca Pipa Air Mata”

Minimnya Apresiasi Sastra dalam Dunia Pendidikan dan Media

Vino Warsono *

Hari ini merupakan hari pertama bagi para pelajar kita memasuki tahun ajaran baru sekolah, yang mungkin sebelumnya sudah jauh-jauh hari dinanti-nanti oleh para calon siswa baru itu sendiri. Mereka yang sebelumnya belum berseragam akan mengenakan seragam baru SD yang putih merah, yang sebelumnya berseragam merah putih akan mengenakan seragam baru SMP putih biru, dan yang sebelumnya berseragam putih biru berganti dengan seragam SMA putih abu-abu. Inilah tahun ajaran baru sekolah yang penuh dengan pengharapan akan majunya intelegensi siswa sampai pada tingkat dan jenjang yang optimal yang dikemudian hari bisa menciptakan prestasi luar biasa dan tentunya membanggakan bumi pertiwi Indonesia. Continue reading “Minimnya Apresiasi Sastra dalam Dunia Pendidikan dan Media”

RUANG-RUANG PUITIKA YANG ELASTIS

Nurel Javissyarqi

“Karena satu-satunya budaya yang benar ialah budaya revolusi; yakni, ia selalu dalam proses menjadi” (Jean Paul Sartre dalam pengantar bukunya Frantz Fanon, The Wretched of the Earth).
***

Realisme, surealisme, abstrak dan sebagainya. Aku pandang hanyalah sudut pemaknaan dari kurun jaman. Suatu karya dimasa tertentu bisa dianggap surealis, diwaktu berbeda memasuki realisme magis, lantas ke puncaknya pyur sangat realis. Continue reading “RUANG-RUANG PUITIKA YANG ELASTIS”

PERCINTAAN DENGAN ALAM

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sejumlah kritikus sastra yang berorientasi pada pendekatan sosio-kultural, berkeyakinan bahwa karya sastra tidak lahir secara serta-merta. Ia mula-mula sangat mungkin lahir dari sebuah peristiwa sebagai pengalaman selintasan, atau pengalaman melihat, mendengar, merasakan, bahkan sampai pada pengalaman dahsyat yang menakjubkan?menakutkan. Segala pengalaman itu mengeram, menduduki singgasana memori yang tak gampang dihilangkan begitu saja. Ia mengganggu?menggelisahkan. Lalu mengendap dan terus mengikuti segala gerak pikiran dan perasaannya. Continue reading “PERCINTAAN DENGAN ALAM”

Ekspresi Estetis Pada Karya Seni Fotografi

I Komang Arba Wirawan
http://www.balipost.co.id/

Berawal dari fotografi jurnalistik yang digeluti selama lima tahun bekerja sebagai wartawan foto pada harian DenPost (1998-2003) — Kelompok Media Bali Post. Kecintaan pada dunia fotografi tumbuh seiring dengan waktu, berbekal dengan kamera analog Nikon FM 2, berbagai sudut kota lalu lintas Kota Denpasar, olahraga, human interest dan kriminalitas terekam menghiasi harian DenPost.

Hiruk-pikuk reformasi 1998, demo mahasiswa, sampai bom Bali I menjadi tugas jurnalistik yang sangat berkesan. Meliput dengan menahan kesedihan hati dan air mata di mana saat menyaksikan korban bom terbakar, di mana hasil karya ini terlalu sadis untuk dipublikasikan. Continue reading “Ekspresi Estetis Pada Karya Seni Fotografi”

Bahasa ยป