Kabuki Terbukti (Kisah Cinta yang Akrobatik)

Rakhmat Giryadi *

Tubuh hanyalah yang terbaik dari objek yang dimiliki,dimanipulasi, dipakai secara fisik.-Jean P. Baudrillard.

Adagium Freudian yang menyatakan bahwa “wanita menginginkan cinta, laki-laki menginginkan seks” agaknya sudah tidak berlaku lagi dalam masyarakat modern. Tubuh, mengalami suatu fase revolusioner dalam masyarakat modern jika dibandingkan periode sebelumnya. Berjalan seiring dengan ledakan seksual, tubuh mengalami transformasi makna sekaligus penampakan. Continue reading “Kabuki Terbukti (Kisah Cinta yang Akrobatik)”

Ide Indonesia

Azyumardi Azra
http://www.republika.co.id/

Indonesia bagi banyak Indonesianis asing dari dulu sampai sekarang adalah sebuah ‘mukjizat’ (miracle). Mengapa? Tidak lain karena bagi mereka sulit membayangkan Indonesia yang begitu luas dan jarak bentangannya sama dengan antara London dan Istanbul, bisa bertahan dalam satu kesatuan negara-bangsa.

Lihat, berapa banyak negara-bangsa yang ada di kawasan antara London dan Istanbul. Padahal, wilayah tersebut merupakan daratan yang menyatu dengan masyarakat yang relatif homogen, baik secara kultural maupun agama. Continue reading “Ide Indonesia”

Sultan Menjawab Teka-teki

Paulus Mujiran
http://suaramerdeka.com/

PERISTIWA yang terjadi pada 20 Mei 1998 masih begitu membekas dalam ingatan warga Yog?yakarta. Peristiwa yang kemudian dikenal dengan nama Pisowanan Ageng karena pada saat itu ma?ssa berbondong-bondong hingga mencapai satu ju?ta orang memadati Alun-alun Utara Keraton Yog?ya?karta. Mereka datang hendak mendengarkan mak?lumat dari bangsa dan rakyat Yogyakarta yang dibacakan sendiri oleh junjungan mereka Sultan Hamengku Buwono X. Continue reading “Sultan Menjawab Teka-teki”

Uang, Modernitas, dan Tafsir Sastra

Bandung Mawardi*
http://cetak.kompas.com/

Uang adalah wacana tak selesai untuk memperkarakan kehidupan manusia modern. Uang sebagai benda, kata, dan makna terus jadi kuasa untuk mengantarkan manusia pada permainan-permainan hidup dalam seribu satu risiko. Pengenalan manusia modern terhadap uang menjadi absorsi dan internalisasi untuk melakoni hidup dengan konstitusi atas nama nilai dan kompensasi. Uang sebagai juru bicara membuat manusia menerima mekanisme atau prosedur hidup dalam perhitungan angka untuk mencapai makna. Angka jadi penentu, tetapi makna kadang hadir dalam kesamaran. Continue reading “Uang, Modernitas, dan Tafsir Sastra”

Bahasa »