SIMBOLISME PETAK—UMPET

: “MENGUAK—NEGERI AIR MATA” ABDUL KADIR IBRAHIM

Maman S. Mahayana *

Melayu dengan tradisi panjang kesusastraannya, hingga kini tetap kokoh menjadi bagian kesusastraan Indonesia. Dalam peta perkembangan kesusastraan Indonesia, dunia Melayu dengan keagungan ketamadunannya—tidak hanya menempatkan diri sebagai cikal-bakal bahasa dan kesusastraan Indonesia, tetapi juga terus-menerus ikut menyemarakkan capaian-capaian estetiknya. Lihat saja capaian estetik yang dipancangkan Ibrahim Sattah yang kemudian menjadi makin kokoh melalui Sutardji Calzoum Bachri. Dua penyair penting ini, tempatnya menjadi begitu khas, unik, dan nyeleneh sendiri, sehingga posisinya seperti tidak dapat lagi digoyahkan. Continue reading “SIMBOLISME PETAK—UMPET”

Kearifan Buku yang “Bukan Buku”

Mursyid Burhanuddin
http://www.jawapos.co.id/

AKHIR-akhir ini, pikiran saya tertuju pada derasnya naskah kumpulan tulisan yang minta diterbitkan. Saya sampai berpikir, apa penulis kita hanya mampu menulis yang pendek-pendek atau justru pembaca lebih menikmati buku dengan format seperti itu?

Akhirnya saya maklum, banyak sebab sebuah buku bisa laris. Tak selamanya disebabkan faktor intrinsik buku itu sendiri. Continue reading “Kearifan Buku yang “Bukan Buku””

GENERASI “TAMU” CERPENIS INDONESIA 1980-AN

Maman S Mahayana *

Perkembangan cerpen Indonesia mutakhir, terutama memasuki satu dasawarsa 1980-an, tidak pelak lagi, banyak ditentukan oleh perkembangan media massa. Majalah Horison yang sudah sejak lama dipandang sebagai majalah sastra ‘satu-satunya’ yang sering juga dijadikan sebagai ‘barometer’ bagi para cerpenis pemula, kini tidak lagi dianggap demikian. Setidak-tidaknya, majalah Horison tidak diperlakukan lagi sebagai satu-satunya yang dapat digunakan untuk ‘tumpuan’ para penulis pemula ?memantapkan? namanya sebagai cerpenis. Continue reading “GENERASI “TAMU” CERPENIS INDONESIA 1980-AN”

Telaah tentang Era Ketelanjangan

Sugiono*
http://www.jawapos.com/

BANYAK orang menyebut sekarang ini merupakan era transparansi atau keterbukaan. Hal-hal yang dahulu ditutup-tutupi atau disembunyikan, kini dibuka secara blak-blakan. Suasana kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pun menjadi terang benderang. Dalam keterangbenderangan itu, tidak ada lagi yang tidak dapat dilihat, bahkan oleh orang buta sekalipun. Continue reading “Telaah tentang Era Ketelanjangan”

Boneka Aksi Isa Ansory

Afnan Malay*
http://www.jawapos.com/

Galeri Canna, Jakarta, sejak 23 April hingga 9 Mei 2010 menghelat pameran tunggal perupa Kota Batu Isa Ansory. Pada pameran kali ini, Isa menyertakan 22 lukisan akrilik buatan 2008 dan 2009, rata-rata berukuran 150 x 200 cm, berwarna cerah atau perpaduan warna-warna kontras. Kesemuanya, boneka-boneka Isa, nyaris menjelma sebagai sosok manusia. Continue reading “Boneka Aksi Isa Ansory”

Bahasa »