Tidakkah Homofictus Itu Engkau, Tuan?

Kesan Pembacaan Tangan Untuk Utik—Bamby Cahyadi

Pringadi AS*
http://reinvandiritto.blogspot.com/

#1
Penyair adalah pencuri. Penyair adalah pemburu. Begitu dua pernyataan yang begitu saya ingat dari kedua ?guru? saya, TS Pinang dan Hasan Aspahani. Penyair mencuri kejadian, mencuri fakta, bahkan mencuri frase dari lingkungannya. Dalam menuliskannya, penyair jua pemburu, yang mengincar sesuatu untuk ditembaki, bila perlu sampai mati. Continue reading “Tidakkah Homofictus Itu Engkau, Tuan?”

POTRET MASYARAKAT PASCATRADISIONAL

Maman S. Mahayana *

Jika sastra dipercaya merupakan potret sosial yang mengusung ruh kebudayaan masyarakatnya, maka boleh jadi antologi cerpen karya Fakhrunas MA Jabbar ini merepresentasikan kebalau kegelisahan masyarakat Melayu masa kini. Ia berada dalam sebuah garis demarkasi antara keagungan masa lalu dan kesuraman masa depan. Ia bagai berada di tengah kehidupan yang tak dapat melepaskan diri dari tradisi, mitos-mitos masa lalu, dan cengkraman sejarah puak Melayu di satu pihak, dan di pihak lain, ia juga menyadari kondisi masyarakat Melayu masa kini yang tak dapat menahan modernitas. Continue reading “POTRET MASYARAKAT PASCATRADISIONAL”

Urbanisasi Perkembangan Kota

Y. Wibowo
http://kebunlada.blogspot.com/

BENARKAH pertumbuhan rumah toko (ruko) yang menjamur di kawasan Kota Bandar Lampung sebagai pertanda bahwa perdagangan dan jasa telah menjadi identitas? Pengembangan sentra ekonomi tak terlepas konteksnya khusus kepada layanan urban.

Dari masalah tersebut, kita menangkap maksud yang cukup strategis, terutama dalam pengembangan Bandar Lampung, yaitu pentingnya pengembangan sentra-sentra layanan urban justru merebak di jalur-jalur protokol kota kemudian mendorong pengembangan perekonomian masyarakat. Continue reading “Urbanisasi Perkembangan Kota”

Sastra Jawa dan Persoalan Estetika

Mashuri

Peristiwa yang menyerupai Pengadilan Puisi Indonesia Mutakhir yang diselenggarakan Yayasan Arena di Aula Universitas Parahyangan Bandung pada 8 September 1974 kembali terjadi. Kali ini, terjadi di Ruang Sawunggaling, Taman Budaya Jawa Timur pada tanggal 30 Agustus 2002, yang dilakukan oleh sejumlah sastrawan Jawa. Tetapi, terdapat perbedaaan mendasar di antara kedua pengadilan itu. Continue reading “Sastra Jawa dan Persoalan Estetika”

Reposisi Seni dan Alam

Thomas Koten*
http://www.korantempo.com/

Ada fenomena menarik yang dapat terpotret di tengah aneka macam bencana yang sering menimpa bangsa ini, yakni lahirnya sejumlah perenungan manusia modern tentang relasinya dengan alam dan semakin menyadari betapa pentingnya merawat alam. Keterkaitan tersebut kerap juga berada dalam tegangan: antara melepaskan diri darinya, atau justru meleburkan diri ke dalamnya, sebagaimana kata Arnold Gehlen, filsuf Jerman, yakni antara titik berat pada kultur atau menjadi bagian dinamis dalam nature (alam). Continue reading “Reposisi Seni dan Alam”

Bahasa ยป