
Martin Aleida Continue reading “Sitor Situmorang: Tak Ada Dendam, Tak Ada Yang Disesalkan”
Tasawuf Cinta dalam Sastra Sufi
Abdul Wachid BS
http://www.kr.co.id
MAHABBAH menjadi tingkat keruhanian penting setelah digali berdasarkan pengalaman mistik dari ahli tasawuf Ja?far al-Shidiq yang dianggap sebagai pencetusnya, lalu dikembangkan oleh Syaqiq al-Balkhi, dan Harits al-Muhasibi. Namun, di antara tokoh sufi tersebut yang mendalam dan luas pengaruh konsep mahabbah-nya ialah Rabi?ah al-Adawiyah, yang berprinsip bahwa cinta merupakan landasan ketaatan dan ketakwaan kepada Tuhan. Pandangannya tersebut terlihat dari doanya yang terkenal (via Abdul Hadi WM, 2002:41): Continue reading “Tasawuf Cinta dalam Sastra Sufi”
Buku Ajar Agar Menarik di Baca
A Qorib Hidayatullah
http://indonimut.blogspot.com/
Tajamnya daya saing jagad perbukuan, menuntut penulis sekaligus penerbit cakap menyajikan buku agar menggiurkan serta menyolok mata. Buku yang menarik (eye catching) langsung dikerubuti pembeli buku ditiap-tiap book store.
Buku-buku yang tampak kaku, misalnya buku ajar, terancam ditinggalkan oleh pembeli. Buku ajar, kini perlu gesit berbenah strategi agar buku itu tak tampil ?garang? lagi. Mengosmetika buku ajar secantik mungkin dan memiliki daya menyala. Continue reading “Buku Ajar Agar Menarik di Baca”
Sastra Kampus, Sastra Underground
Saut Situmorang *
Lampungpost, 29 Nov 2009
DALAM perbincangan tentang sastra Indonesia di dalam maupun di luar dunia akademis, terutama di media massa, kita akan selalu mendengar tentang beberapa jenis sastra dalam dunia sastra kita. Ada sastra koran, sastra majalah, sastra cyber(punk), sastra buku, sastra sufi, sastra pesantren, sastra buruh, bahkan akhir-akhir ini sastra Peranakan-Tionghoa, sastra eksil, dan sastra wangi. Continue reading “Sastra Kampus, Sastra Underground”
Pascamodernisme dan Masyarakat Konsumer
Fredric Jameson *
Penerjemah: Saut Situmorang
Konsep pascamodernisme tidak diterima atau bahkan dimengerti secara luas saat ini. Resistensi terhadapnya bisa jadi disebabkan oleh ketidakpahaman atas karya-karya yang dilahirkannya dalam semua cabang seni: puisi John Ashbery, misalnya, tapi juga puisi cakap (talk poetry) yang jauh lebih sederhana yang muncul sebagai reaksi terhadap puisi modernis yang kompleks, ironis dan akademis di tahun 60an; Continue reading “Pascamodernisme dan Masyarakat Konsumer”
