Puisi-Puisi Amis Mardi Luhung

Arif Bagus Prasetyo *
jawapos.co.id

SATU ciri khas puisi-puisi Mardi Luhung adalah bahasa puitiknya yang mencong, melenceng dari standar estetika dan etika konvensional. Berspirit anti-romantik, puisi-puisinya menyemburkan diksi maupun imaji yang cenderung dihindari oleh mainstream perpuisian di Tanah Air karena dianggap kasar atau jorok. Puisi penyair sekaligus guru sekolah menengah di Gresik ini terasa mensubversi pandangan konvensional bahwa puisi dan sastra atau seni pada umumnya, adalah ekspresi budaya adiluhung yang menjunjung kehalusan dan keluhuran budi. Mardi Luhung adalah ”penyair yang mabuk sebab jatuh dari bulan / betina-birahi bugil di kebun sambil mengangkangi / kembang… (”Penyair yang Mabuk sebab Jatuh dari Bulan”). Continue reading “Puisi-Puisi Amis Mardi Luhung”

Bermimpi Ciptakan Masyarakat Cinta Buku

Ahmad Muhakkam el Zein*
http://www.jawapos.co.id/

ALANGKAH takjub menyaksikan begitu tinggi cinta serta minat warga Mesir terhadap buku. Baik itu dalam hal membaca, menulis, ataupun mengoleksi buku. Hal tersebut bisa tergambar jelas dalam Cairo International Book Fair (CIBF) pada 28 Januari-10 Februari 2010 di pusat kota Kairo, Mesir.

Sewaktu mengunjungi CIBF, spontan tebersit keirian dan impian saya ketika menyaksikan warga Mesir sangat antusias membaca dan mencintai buku. Continue reading “Bermimpi Ciptakan Masyarakat Cinta Buku”

Publikasi Sastra: Surat Kabar, Tabloid, Laman, dan Majalah

Mahmud Jauhari Ali
radarbanjarmasin.com

Hari ini, tanggal 29 Maret 2009, saya tercengang dengan adanya tulisan berjudul Bengkel Sastra di Kotabaru yang terbit di SKH Radar Banjarmasin. Tulisan itu merupakan sebuah tanggapan terhadap tulisan berjudul Sastrawan Palgiat Vs Sastrawan Gila Hormat karangan M. Nahdiansyah Abdi dengan tanggal terbit 22 Maret 2009 di surat kabar harian yang sama. Mengapa saya tercengang? Hal itu disebabkan dalam tulisan itu terdapat pemublikasian kegiatan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan yang bernama bengkel sastra. Continue reading “Publikasi Sastra: Surat Kabar, Tabloid, Laman, dan Majalah”

MEMBANGUN PENDIDIKAN, MELAKSANAKAN OTONOMI DAERAH

Catatan Kecil atas Berbagai Gagasan Besar

Maman S. Mahayana *

“Kunci kemajuan sebuah bangsa terletak pada pendidikan” (Fukuzawa Yukichi (1835?1901), Bapak Pendidikan Modern Jepang)

Membaca sebuah buku antologi, boleh jadi kita merasa laksana dibawa masuk ke sebuah lanskap yang penuh panorama. Dari sana, tema-tema yang beragam seperti hendak saling menyerbu dan memaksa kita (pembaca) melakukan pilihan-pilihan. Jika keberagaman tema yang dihadirkan itu mengesankan berbagai gagasan yang fragmentaris, maka tugas pembaca kemudian mencoba mencari benang merahnya. Continue reading “MEMBANGUN PENDIDIKAN, MELAKSANAKAN OTONOMI DAERAH”

Menelaah Pola Interaksi dalam Sastra Melayu Tionghoa

Pembauran dan Pembentukan Budaya Indonesia
Dedi Pramono*
http://www.radarjogja.co.id/

Etnis Tionghoa di Indonesia telah dimaklumi sebagai golongan yang memiliki tingkat ekonomis yang lebih baik. Kita bahkan memahami kelompok ini dalam kesehariannya lebih berorientasi pada segi bisnis.

Walaupun ada beberapa orang etnis Tionghoa berkecimpung dalam bidang non-ekonomis, pada akhirnya bermuara pada persoalan ekonomis pula. Hal ini dapat dipahami, berbeda dengan kita yang dapat hidup karena mengandalkan alam dan kerabat, etnis tionghoa tertuntut harus dapat hidup layak secara mandiri. Continue reading “Menelaah Pola Interaksi dalam Sastra Melayu Tionghoa”

Bahasa ยป