Historis Demografisme (Percikan Api yang Meletuskan Pemberontakan)

Daoed Joesoef
kendaripos.co.id

Selain pertentangan kekaryaan dan ikatan, pendekatan historis demografisme terhadap pemahaman tentang tekanan kependudukan mengungkapkan pula adanya pertentangan generasi sosial. Generasi itu adalah keseluruhan orang yang mempunyai kesamaan kepentingan dalam persoalan kebudayaan, organisasi, kontrol, dan merasa solider satu dengan lainnya berhubung kesamaan dalam aspirasi dan cara melaksanakan sesuatu. Dalam generasi sosial itu selanjutnya dapat dibedakan ”generasi muda atau generasi pembaru” dan ”generasi tua atau generasi konservatif”. Continue reading “Historis Demografisme (Percikan Api yang Meletuskan Pemberontakan)”

MEMBANGUN BANGSA MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Maman S. Mahayana *

Indonesia adalah lanskap pelangi. Di sana, terhampar panorama warna-warni dengan beragam kultur etnik, bahasa, agama, bahkan juga ideologi. Ia menyimpan kekayaan atas keberagaman dan keberbedaan. Maka, keindonesiaan sejatinya adalah keberagaman dan keberbedaan itu yang dalam ideologi negara dirumuskan dalam satu kata: kebhinekaan. Keindonesiaan yang menyatukan segala keberagaman dan keberbedaan itu. Jadi, yang dimaksud keindonesiaan adalah sebuah lanskap multikultural. Di sana bersemayam berbagai kultur etnik dengan segala keberagaman dan keberbedaannya. Continue reading “MEMBANGUN BANGSA MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL”

Kehajian dalam Sastra

Damhuri Muhammad
http://www.suarakarya-online.com/

Sudah berkali-kali Haji Usman berkilah dan berkelit untuk tidak menghadiri hajatan pernikahan di lingkungan kampungnya. Padahal, undangan terus berdatangan ke rumahnya. Maklumlah, Haji Usman, tokoh masyarakat, orang terpandang di kampung itu. Semula ia enggan mengemukakan alasan kenapa ia keberatan memenuhi undangan dari sejawat-sejawatnya itu. Namun, karena terus-menerus ditanyai, akhirnya Haji Usman buka mulut juga. Continue reading “Kehajian dalam Sastra”

TENTANG KATA : DIKTATOR

Maman S. Mahayana *
Media Indonesia, 22 Okt 1995

DIKTATOR. Ini sebuah kata yang menakutkan. Maknanya pun bermacam- macam, bergantung konteks, situasi dan mayarakat pemakai. Secara etimologis, kata ini berasal dari bahasa Latin, dictatore, dictator (oris), dictare, dictatura (ae). Maknanya perintah, komandan, pemimpin.

Dalam kamus Latin-Indonesia (Ver Hoeven dan Marcus Carvallo, 1969), ada lima makna menyertai kata diktator, yaitu orang yang mengimlakan, yang berperintah, panglima tertinggi, diktator, panitera, pengarang, penggubah. Continue reading “TENTANG KATA : DIKTATOR”

Anugerah Haji Ibrahim dan Revitalisasi Sastra Melayu*

Rida K Liamsi**

batampos.co.id

Revitalisasi budaya Melayu, termasuk sastra Melayu, pada hakekatnya adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk memberi ?darah? dan ?semangat? baru pada budaya dan sastra Melayu, agar kembali berfungsi dan berperan sebagai salah satu kekuatan dalam pembentukan karakter dan citra kehidupan, agar tetap berfungsi dan mengambil bahagian dalam pembentukan tamadun Melayu itu. Continue reading “Anugerah Haji Ibrahim dan Revitalisasi Sastra Melayu*”

Bahasa ยป