Pikiran

Hananto Widodo*
http://www.jawapos.com/

Dalam salah satu tayangan di acara The Master, Romy Rafael -sang ahli hipnotis- memeragakan suatu aksi yang intinya terdapat dua kartu, yakni kartu remi dan kartu kosong. Kartu kosong itu bagaikan pikiran manusia yang masih bersih. Artinya, pikiran manusia yang masih bersih tersebut akan diberi warna apa pun bergantung pada lingkungan di mana manusia itu hidup.

Memang, pikiran itu menjadi awal mula segalanya. Pikiran dan bukan jiwa yang memberi perintah. Pikiran akan memberikan warna kepada jiwa manusia yang lebih kita kenal dengan sebutan alam bawah sadar. Continue reading “Pikiran”

Erotisme

Binhad Nurrohmat*
http://www.jawapos.com/

Erotisme merupakan sebentuk cermin yang mutu nilainya terpendar dari imajinasi dan interpretasi yang dipantulkannya. Kepentingan luhur erotisme adalah merangsang kepekaan gairah terhadap keberadaan dan esensi tubuh serta rahasia yang bersemayam di dalamnya. Untuk apa? Tak lain, menangkap dan menyibak kesadaran yang bisa memperkaya makna keberadaan tubuh di dunia. Kenapa? Sebab tubuh tak henti mengalami pemerasan dan pengotoran makna lantaran kemurniannya dijarah atau dicemari tuntutan moralitas atau kuasa nilai-nilai kebenaran lain yang dipaksakan. Continue reading “Erotisme”

Menulis untuk Pembaca Tendensius

Akhmad Siddiq*
http://www.jawapos.com/

Tulisan Abdul Waid bertajuk Penulis Berani Mati (Jawa Pos, 9/8/2009) mengingatkan kita bahwa trialektika (dialog tiga arah) antara penulis, teks, dan pembaca tak selamanya berlangsung damai. Kecaman, teror, bahkan ancaman kekerasan fisik bisa mewarnai dialog tiga arah itu.

Sebagai pengalaman pribadi, dalam tulisannya, Waid mengisahkan intimidasi dan teror yang diterima pasca penerbitan buku Sorban yang Terluka. Dalam konteks yang lebih luas, nama-nama seperti Salman Rushdi, Ala Hamid, Nasr Hamid Abu Zaid, Farag Fouda, dan Mahmud Mohammad Toha bisa dijejer sebagai sampel yang menguatkan fenomena trialektika salah arti tersebut. Continue reading “Menulis untuk Pembaca Tendensius”

KEPADA YANG MELUPAKAN*

Pengantar Antologi Puisi Penyair Perempuan Asas “Sihir Terakhir” (diterbitkan PUstaka puJAngga 2009)

Nenden Lilis A. **

Membuka lembar demi lembar antologi puisi yang ditulis para perempuan yang tergabung dalam komunitas ASAS dan menghikmatinya satu demi satu, saya seperti membuka lembar demi lembar album kenangan sekaligus sejarah perjalanan sastra perempuan kita. Dari tiap lembar album yang terbuka menganga itu seolah menjerit suara tentang perempuan, yang dalam sejarah atau segala hal lainnya selalu di “sunyi”-kan dan ditinggalkan waktu; dimarjinalkan dan didiskriminasi. Continue reading “KEPADA YANG MELUPAKAN*”

Meditasi Teh Hijau

Sjifa Amori
http://jurnalnasional.com/

Upacara minum teh chanoyu menjembatani tuan rumah dan tamu menuju kesejatian jiwa yang tenang

Penulis novel yang dikenal piawai menulis fiksi tentang pengembaraan spiritual demi mencapai kesadaran tertinggi, Paulo Coelho, pernah menggambarkan bagaimana suatu kegiatan fisik bisa membawa pelakunya kepada titik kulminasi, yaitu saat seseorang kehilangan identitas dan pertalian dengan ruang dan waktu. Continue reading “Meditasi Teh Hijau”

Bahasa ยป