PASAR SEBAGAI RUMAH KEPENYAIRAN

Damhuri Muhammad *
padangekspres.co.id

Sepintas lalu mungkin sukar memetakan hubungan antara puisi dan pasar. Sebab, pasar yang dimaksud di sini tidak dalam artian tempat puisi bisa diperjualbelikan- seperti toko buku, peristiwa-peristiwa pameran, bazar-bazar dan sejenisnya- melainkan pasar yang sesungguhnya, tempat para pedagang meneriakkan nama dan harga barang dagangan masing-masing, berikut dengan segala bujuk-rayu dan taktik-taktik jitu, agar lekas dihampiri pembeli. Continue reading “PASAR SEBAGAI RUMAH KEPENYAIRAN”

SENI (MAN) JALAN “SENDIRI”

Esha Tegar Putra
padangekspres.co.id

Menyimak tulisan Romi Zarman (RZ), dengan judul Catatan atas Forum Diskusi Sastra Sumbar (Padeks, Minggu, 15/2), membuat saya kembali bertanya-tanya tentang wajah kesenian dan lembaga kesenian Sumbar hari ini. Ya, bagaimanakah wajah kesenian dan lembaga kesenian Sumbar hari ini? Kiranya pada tulisan RZ tersebut, data yang dipaparkan merupakan data faktual dalam kesusastraan Sumbar hari ini, sastrawan dan penyebaran karyanya. Continue reading “SENI (MAN) JALAN “SENDIRI””

Sindroma (Sastra) Peter Pan

Beni Setia *
suarakarya-online.com

NOVEL Budi Darma, Olenka, meninggalkan kesan mendalam pada kerja kepengarangan banyak sastrawan. Setidaknya dari kehadiran catatan interteks, dalam ujud catatan kaki rujukan referensial, yang cermat diusahakan oleh pengarang. Yang dihadirkan untuk menunjukkan semua kejadian, peristiwa dan kilasan batin yang dialami tokoh [Fanton Drummond] dalam novel itu bukan fantasi kosong tanpa asal, dan sebab – yang dibuktikan oleh pembenaran referensial teks lain. Continue reading “Sindroma (Sastra) Peter Pan”

Sajak “Melawan Arus Samiri” Mathori A Elwa *

Agus Fahri Husein
mathorisliterature.blogspot.com

HAMPIR dalam setiap pertikaian elite politik di negeri ini, selalu muncul pernyataan-pernyataan ganjil, yaitu repetitif dari kalimat: ?Jangan sampai ada yang dipermalukan.? Maksudkan tentu saja, apapun kejadiannya jangan sampai ada di antara para elite itu yang dipermalukan. Tentu saja pernyataan ini aneh jika ditilik dari tujuan dibentuknya elite politik itu. Demi 220 juta rakyat, maka jika memang diperlukan, mempermalukan beberapa orang elite politik adalah harga yang sangat murah. Pemimpin dipilih untuk tujuan-tujuan pemilihnya, bukan sebaliknya. Continue reading “Sajak “Melawan Arus Samiri” Mathori A Elwa *”

Esei Semelekete: Redesain Peta Kultur Santri Jawa Timur

Mashuri

Sejarawan Perancis Dennys Lombard melihat Jawa Timur merupakan sub kultur dengan berbagai jenis entitas lokal yang beragam dan variatif. Peta kulturnya menyiratkan ada beberapa sub kultur, yang masing-masing memiliki historisitas yang panjang. Hanya saja, beberapa ada asumsi, kekinian kultur Jawa Timur sebagian besar didominasi oleh kultur santri. Namun, seiring perubahan sosial, budaya dan dinamika dunia, dimungkinkan adanya pergeseran pada anggapan-anggapan yang selama ini sudah terdefiniskan dan mapan. Continue reading “Esei Semelekete: Redesain Peta Kultur Santri Jawa Timur”

Bahasa ยป