Berguru Pada Franz Magnis Suseno

Sutejo
Ponorogo Pos

Pada sebuah harian nasional, Franz Magnis Suseno pernah mengungkapkan begini, “Bodoh kalau Menulis Buku.” Ungkapan demikian barangkali sebuah ungkapan yang menarik untuk direnungkan. Di satu sisi, hal ini mencerminkan bagaimana tidak berharganya dunia perbukuan di Indonesia, dan di sisi lain, bagaimana sesungguhnya menulis buku membutuhkan riset dan waktu yang sangat panjang. Continue reading “Berguru Pada Franz Magnis Suseno”

Puisi, Eksplorasi Isi, Estika Baru dan Zaman

Esha Tegar Putra*
http://www.padangekspres.co.id/

Ada pendapat menarik yang dikemukakan oleh JJ. Kusni atas pernyataan Sutardji Calzoum Bachri (Tardji) mengenai ?eksplorasi isi puisi? beberapa tahun silam. Tardji menilai perkembangan puisi sangat meriah dan bahkan sudah mulai sangat ramai. Tetapi, eksplorasi isi cendrung berkurang disebabkan tidak adanya penemuan baru. Sebaliknya, JJ. Kusni berpendapat, bahwasanya ?zaman? ketika Tardji meng-otoproklamasi-kan dirinya sebagai ?presiden penyair? berbeda dengan kemajuan perpuisian di Indonesia saat ini. Continue reading “Puisi, Eksplorasi Isi, Estika Baru dan Zaman”

Peta, Sejarah Sastra dan Roman Pergaoelan

Sudarmoko *
padangekspres.co.id

Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah surat elektronik dari Pak Umar Junus. Beliau menanyakan sesuatu yang tidak saya duga, meski saya telah memikirkannya sebelumnya, namun tidak sampai pada alasan yang ditanyakan. Kenapa saya memilih untuk menggunakan sebuah peta dalam buku saya, Roman Pergaoelan (Insist Press, Juli 2008), yang diambil dari sumber Belanda, dengan keterangan dalam bahasa Inggris dan Belanda. Continue reading “Peta, Sejarah Sastra dan Roman Pergaoelan”

Korupsi Dalam Novel-novel Indonesia

Deddy Arsya *
padangekspres.co.id

AA Navis pernah ingin jadi menteri. Entah, entah ingin jadi menteri apa. Setidak-tidaknya ia pernah bercita-cita. Andai ia diberi pilihan antara sebagai alat kekuasaan, menulis, dan berbicara, yang dia pilih adalah kekuasaan. Kenapa? Katanya, ia mau menyikat semua koruptor. Navis pesimis tentang kekuatan pena untuk memberantas korupsi. Continue reading “Korupsi Dalam Novel-novel Indonesia”

PUNCAK PERKALIAN DUNIA PUISI

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Saat insan menemukan kesadarannya dalam kepungan kabut menyelimuti jiwa, dirinya merangkak menghindari keterbenturan, sebab belum mampu menegakkan keyakinan.

Namun semakin lama bersanggup menguasai kedalaman gamang, menarik satu-persatu pengertian, lalu dikumpulkannya menjadi bulir-bulir kepastian, sebagai temuan dirinya paling awal. Continue reading “PUNCAK PERKALIAN DUNIA PUISI”

Bahasa ยป