Cinta Sang Sinta

Syifa Amori
http://jurnalnasional.com/

Selain bahasa, musik, dan tampilan visual, unsur kontemporer wayang orang Kidung Sinta diwakili pilihan tema yang universal.

“Itu hanya masalah waktu,” begitu Rahwana merayu Sinta dalam salah satu adegan Wayang Wong Metro Kidung Sinta di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Selasa (3/3). Bahkan Rahwana pun bertutur lembut dan penuh kasih dalam lakon ini. Continue reading “Cinta Sang Sinta”

Cinta dan Kebencian terhadap Buku

Saiful Amin Ghofur
http://www.jawapos.com/

SELUBUNG asap terasa menyesakkan dada ketika pertengahan Februari lalu sekerumunan anak muda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kiai (AMPK) dengan amarah yang meradang membakar buku Kiai di Tengah Pusaran Politik: Antara Kuasa dan Petaka karya Ibnu Hajar, di Alun-alun Sumenep. Saya yang mengunjungi serambi kota itu beberapa waktu lalu masih merasakan geram yang mencekam itu. Continue reading “Cinta dan Kebencian terhadap Buku”

POTRET BETAWI DALAM PUISI-PUISI RIDWAN SAIDI

Maman S. Mahayana *

Sastra Betawi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sastra Indonesia, selama ini berada dalam posisi marjinal, terpinggirkan. Padahal, jika kita merunut ke belakang, ke sejarah awal pertumbuhan kesusastraan Indonesia, maka boleh jadi embrio pembentukan sastra Indonesia justru dimulai dari sastra Betawi, kesusastraan Indonesia yang menggunakan bahasa Melayu-Betawi yang kemudian secara sepihak dikategorikan sebagai bacaan liar. Continue reading “POTRET BETAWI DALAM PUISI-PUISI RIDWAN SAIDI”

“Tarian Cermin”: 99 Sajak Mustafa Ismail

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

PALING tidak ada tiga sebab mengapa tahun 1970-an dan 1980-an tak banyak benar sastrawan asal (dan yang tinggal di) Aceh kita kenal. Pertama, mereka mungkin tak serajin LK Ara, Isma Sawitri, Zakaria M Passe (untuk contoh yang tak banyak itu) mempublikasikan karyanya di majalah dan koran Jakarta. Kedua, teknologi informasi termasuk dunia penerbitan belum semaju periode-periode sesudah itu. Continue reading ““Tarian Cermin”: 99 Sajak Mustafa Ismail”

Bahasa ยป