Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora

Abdul Malik, Fahrudin Nasrulloh

Wahai huruf??
Alangkah akan tinggi ucapan
Terima kasihku, bilalah kamu
Menjadi buku terbuka
Bagi manusia yang membacanya
(Pramoedya Ananta Toer, Menggelinding 1)

Bebaris kata-kata Pram itu terpampang di salah satu banner di bagian tengah atas yang berisi sejumlah cover novel-novel Pram, baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa asing. Continue reading “Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora”

Habis Gelap Terbitlah Gelap

Fahrudin Nasrulloh *
jawapos.com

Andai Kartini tidak lahir pada 21 April 1879, pastilah tidak akan muncul ledakan keperempuanannya hingga ia menulis Door Duisfernis Tot Licht yang kemudian diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang (P.N. Balai Pustaka, 1957). Ia tak lain adalah cermin tragedi perempuan di abad itu, saat harkat perempuan terperosok dan cuma berkubang ”riwa-riwi” di sumur, dapur, dan kasur. Batinnya dilecut gelisah, dipukul topan badai keterbelakangan. Dirundung cita-cita, dihambat kasih sayang. Dikerangkeng adat dan dibutakan oleh peradaban bangsanya sendiri yang lama nian terjajah. Continue reading “Habis Gelap Terbitlah Gelap”

Menelusuri Riwayat Tragedi Iblis

Fahrudin Nasrulloh
Suara Merdeka, 17 Juni 2007

Fahrudin Nasrulloh

“Tak ada pencinta sejati selain Iblis.” Ungkapan Syekh Abdul Latief dari Sind ini terdengar ganjil dan rawan jika kita tak akrab menyelami riwayat tragis si biang mahajahat itu. Ihwal asal-usul nama Iblis dalam Kitab Leviticus (16:10) dikenal dengan sebutan Azazel yang berarti sejenis ruh laknat yang hidup di gurun mahaluas yang di dalamnya tidak ada kehidupan juga kematian. Continue reading “Menelusuri Riwayat Tragedi Iblis”

Buku, Membaca, dan Pengarang

Fahrudin Nasrulloh
Suara Merdeka, 18 Mar 2007

The world exists because the books exists.
If God is, it is because He is in the book.
— Edmond Jabès, Je bâtis ma demeure —

Sejarah semesta adalah panggung pertunjukan yang lahir dari khayalan, bebayang teka-teki magis dan renungan Tuhan. Buku, terutama kitab suci, adalah medium yang dijadikan manusia untuk mengenal dirinya, semesta dan Tuhannya. Continue reading “Buku, Membaca, dan Pengarang”

Memorabilia untuk Pramoedya Ananta Toer

Fahrudin Nasrulloh *
jawapos.com

Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan.
Duniaku bumi manusia dengan segala persoalannya (Rumah Kaca: hlm. 38)

Pada sore 6 Februari 2009 yang bergerimis ritmis, sampailah saya di Jl Sumbawa 40, Jetis, Blora. Di sepanjang perjalanan dari Jombang, saya terus terusik, apa yang membuat Pramoedya Ananta Toer tak pernah lekang dikenang dan tiada surut ditelusuri banyak orang, terutama kaum pramis dan kawula pergerakan? Continue reading “Memorabilia untuk Pramoedya Ananta Toer”

Bahasa »