Mbah Jomblo sang Besutan dari Jombok**

Fahrudin Nasrulloh*
___Radar Mojokerto

Uwur-uwur kodok segoro
bandeng nener disaut ulo
Sukur-sukur peno jowo
tumut ngenger sak umur kulo
(Petilan kidungan Besut dari Mbah Jomblo)

Ia bernama Mbah Jomblo. Tampaklah panorama Dusun Jombok yang permai yang dikitari persawahan yang menghijau subur. Dan di daerah itulah ia pertama kali menghirup hiruk-pikuk dunia, yang kemudian ia lebih dikenal oleh warga sekitarnya dengan sebutan Mbah Jomblo. Continue reading “Mbah Jomblo sang Besutan dari Jombok**”

Bayan Manan dalam Bebayang Warna Jaya*

Fahrudin Nasrulloh**
http://www.radarmojokerto.co.id/

Ludruk biyen iku ngadek-ngadek dewe
Nek pancen saiki koyok ngene
Yo wis wayahe owah jamane

(Bayan Manan)

Bayan Manan dilahirkan di Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, pada tahun 1942. Ia mulai menggemari kesenian ludruk di tahun 1974. Sebutan atau embel-embel ?bayan? tersemat padanya ketika ia menjabat menjadi pamong desa di Ketapangkuning pada 1971. Continue reading “Bayan Manan dalam Bebayang Warna Jaya*”

Sang Pelacak

Fahrudin Nasrulloh*
http://www.jawapos.com/

Sebuah tlatah mulanya adalah sebentang nubuat, situs yang terus bergerak, dan perang yang bergolak panjang. Tragedi dan cerita manusia di dalamnya bagai layang-layang putus di angkasa. Begitulah kiranya apa yang tersirat di batin De Jonge (1828-1879), si tukang arsip kolonial yang disegani itu. Ia merupakan generasi setelah Valentijn (1666-1727), Peiter Van Dam, dan J. Hageman (1817-1872). Continue reading “Sang Pelacak”

Abu Zardak*

Fahrudin Nasrulloh
http://www.surabayapost.co.id/

Di dusun Tis di wilayah Qulaiwah, dalam kenangan Abu Zardak, adalah tilas gaib Banul Jan. Dengan hamparan gurun yang kuasa menghisap iman dan ingatan bagi orang yang nekat merambahnya. Dengan pemandangan bebukitan berbatu yang, konon, kilau putihnya, kerap memancarkan sinar berasap pilu-kalut dari airmata Adam dan Hawa. Betapa nelangsa lanskap ini bila diriwayatkan penyair pendusta atau si dukun peramal yang culas. Continue reading “Abu Zardak*”

Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora

Abdul Malik, Fahrudin Nasrulloh

Wahai huruf??
Alangkah akan tinggi ucapan
Terima kasihku, bilalah kamu
Menjadi buku terbuka
Bagi manusia yang membacanya
(Pramoedya Ananta Toer, Menggelinding 1)

Bebaris kata-kata Pram itu terpampang di salah satu banner di bagian tengah atas yang berisi sejumlah cover novel-novel Pram, baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa asing. Continue reading “Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora”