Gus Dur dan Politik Kontemporer NU

Fahrudin Nasrulloh

Perkembangan politik nasional dalam dua dasawarsa terakhir mengalami suatu perubahan penting dengan berbagai konsekuensi logisnya. Perkembangan signifikan itu, salah satunya adalah munculnya kekuatan politik Islam dalam kancah nasional yang bersifat faksionalistik. Gejala itu mengemuka ketika lahir organisasi kaum cendekiawan Islam yang menghimpitkan dirinya ke dalam lingkaran pusat kekuasaan dan bahkan memasuki wilayah kalangan militer. Continue reading “Gus Dur dan Politik Kontemporer NU”

Menimbang Visi Dewan Kesenian Jombang

(Wawancara dengan Agus Riadi, Ketua DKJ periode 2010-1014)

Fahrudin Nasrulloh

Selama beberapa tahun belakangan, sejak tahun 1993, upaya pembentukan Dewan Kesenian Jombang telah dilakukan oleh kalangan pemerhati budaya di Jombang, salah satu inisiatornya adalah Agus Juadi, namun tidak menemukan kesepakatan yang aklamatif serta karena perbedaan pandangan yang beragam. Continue reading “Menimbang Visi Dewan Kesenian Jombang”

Ludruk Roman CS: Menggebyar Grobogan

Fahrudin Nasrulloh

Ludruk di masa kini tidaklah bisa dilepaskan dari suatu kondisi sosio-kultural yang melingkupinya di sepanjang perjalalannya. Pengalaman yang paling memengaruhi yang meresap dalam masyarakat menjadi sebuah catatan yang tidak bisa diabaikan. Mungkin tak seorangpun yang sejak ia mengenal dunia di mana ia tinggal dan terlibat secara emosional dalam sebuah pertunjukan semacam ludruk lantas muncul tekad untuk menerjuni dunia ludruk. Waktu menggoreskan “tanda” peristiwa di sana, dan ruang menghadirkan berbagai kemungkinan yang akan menjalin pemaknaan dalam interaksi social yang lebih luas. Continue reading “Ludruk Roman CS: Menggebyar Grobogan”

Ludruk dan Pungli Polisi

Fahrudin Nasrulloh

Sebagai bagian dari beragam jenis bentuk kesenian yang bercokol kuat di wilayah Jawa Timur, ludruk merupakan kesenian yang melibatkan banyak anggota, sekitra 50-an lebih, di mana untuk konteks sekarang ketika tuntutan hidup dan pragmatisme semakin memepet eksistensi seniman dan imbasnya kreativitas mereka dalam berkesenian mengalami ketidakmenentuan. Belum lagi problem eksternal yang menggandoli ludruk tidak bisa disepelekan begitu saja. Salah satunya adalah perkara perizinan ke pihak aparatur Negara dan lebih khusus pada pihak kepolisian kala tanggapan ludruk digelar. Continue reading “Ludruk dan Pungli Polisi”

Tulisan Terbuka Untuk Bupati Suyanto Soal Seni-Budaya Jombang

Fahrudin Nasrulloh

Dalam beberapa obrolan dan jagongan tentang seni-budaya Jombang, ada seorang pegiat seni yang dengan antusias tapi terkesan chauvinistik menyebut bahwa banyak ikon Jombang yang perlu dilestarikan keberadaannya. Misalnya ia menyebut sosok Besut, pengremo legendaris Mbah Bolet, warisan Topeng Jatiduwur, Watu Gilang di Ploso, situs Sendang Made, tradisi warga Sandur Mandura, dan lain-lain. Continue reading “Tulisan Terbuka Untuk Bupati Suyanto Soal Seni-Budaya Jombang”

Bahasa »