Jejak “Arena Sastra” di RKPD Jombang

Fahrudin Nasrulloh

Mekarlah kembang
Di taman sajak
Mekarlah cipta, cita, dan cinta

Menjelang malam, sekisar surup pukul 18.00 WIB, langit Jombang menyisakan cerah yang masih menggeriap di sudut-sudut kota. Awan-gemawan perlahan-lahan berarak malas mengiringi rerintik hujan. Orang-orang sibuk sendiri di jalan-jalan, seperti menyusun cerita yang disimpan sendiri. Continue reading “Jejak “Arena Sastra” di RKPD Jombang”

Tentang Penyair dan Penyakit Puisi

Fahrudin Nasrulloh *

Apa hebatnya puisi sehingga tak lelah-lelah terus dituliskan? Penyair-penyair muda terus bermunculan. Yang lawas-lawas kian mengukuhkan kepenyairannya. Sedang yang lain adalah mereka yang telah kehilangan gairahnya, karena tuntutan hidup yang riil lebih mencambuk ketimbang mengurusi puisi. Memang, gairah pada puisi, pada belantara teks, pada kembara pengalaman puitik, pengalaman di kedalaman bahasa, merupakan kerahasiaan tersendiri atas segala proses itu. Continue reading “Tentang Penyair dan Penyakit Puisi”

Presiden Bogambola

Fahrudin Nasrulloh

Ayo, kita bebaskan iblis dan setan
Agar jelas mana surga mana neraka
Tanpa dunia di tengahnya!

Kita seakan dibikin bahlul dan geregetan menonton kondisi kisruh KPK-POLRI yang hinggi kini makin memanas. Mafia peradilan, makelar kasus, dan koruptor di mana-mana. Seperti puting-beliung Menggasak siapa saja. Skandal Bank Century sungguh menghantui. Continue reading “Presiden Bogambola”

Obor Revolusi Sastra Komunis

Fahrudin Nasrulloh *

Jejak dari Pojok Kampung

Ada persepsi miring dan kelam hingga kini ihwal gerakan Partai Komunis Indonesia. Pertarungan politik dan ideologi dari masa ke masa memiliki momentum masing-masing. Di negeri ini penistaan dan pengasingan eks PKI atau yang berada di selingkungannya, baik keluarga maupun sanak saudara. Peristiwa Gestapu 1965 menggebyah semua itu. Sejarah komunisme di Indonesia kian memerah. Continue reading “Obor Revolusi Sastra Komunis”

Bahasa ยป