Perjalanan Puitik Dahta Gautama

Febrie Hastiyanto *
http://www.analisadaily.com/

Banyak tempat yang puitik, tempat yang darinya dapat lahir puisi-puisi yang indah sekaligus menggugah. Bagi seorang penyair, tempat yang puitik bisa berada di mana saja: di taman, di sekolah, kebun binatang, mal, terminal atau jalan. Jalan atau jalanan memang identik dengan puisi. Tak sedikit penyair yang memulai karier kepenulisannya dari jalan(an). Continue reading “Perjalanan Puitik Dahta Gautama”

Sejarah Kekuasaan di Lampung

Febrie Hastiyanto *
http://www.lampungpost.com/

Dalam manuskrip Etnografi Lampung yang saya rangkum, saya mencoba menyusun rekonstruksi sejarah kekuasaan di Lampung. Hampir semua sumber menyebutkan bahwa asal usul orang Lampung dari Sekala Brak. Namun, tak semua sumber menyebut Suku Bangsa Tumi yang ratunya bernama Sekerummong (Hadikusuma, 1983) menjadi pengetahuan umum masyarakat Lampung. Continue reading “Sejarah Kekuasaan di Lampung”

Mendiskusikan Sekala Brak (II)

Febrie Hastiyanto *
http://www.lampungpost.com/

Soal asal usul nama Lampung juga menarik didiskusikan. Seperti halnya arus utama (mainstream) penulisan asal usul nama Lampung yang mendasarkan pada catatan I-Tsing, Henry juga mendasarkan teorinya pada catatan musafir China ini. Bedanya, Henry menyebut Lampung berasal dari kata selopun yang berakar dari kata tola p’ohwang. Continue reading “Mendiskusikan Sekala Brak (II)”

Aktualisasi Sistem dan Nilai Adat

Febrie Hastiyanto*
Lampung Post, 31 Juli 2010

MEMBACA artikel Feodalisme Modern di Lampung yang ditulis Udo Z. Karzi membuat saya gelisah. Udo seperti biasa menulis dengan tajam, berisi, dan ini yang paling menggetarkan: to the point alias “tunjuk hidung”.

Mencermati dua peristiwa pemberian adok yakni Begawi Adat Mewaghi di Gunungsugih dan dan penyerahan gelar adat oleh Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) kepada Gubernur dan Ketua DPRD Lampung di Mahan Agung yang kemudian bersambut polemik, Continue reading “Aktualisasi Sistem dan Nilai Adat”