Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/
Pada suatu saat di abad ke-19, seorang sastrawan Jawa bertanya gelisah kepada dirinya sendiri: lebih berat ke manakah hatiku, ke Allah atau ke Ratu?
Untuk beberapa lama ia tak bisa menjawab. Tapi akhirnya ia, seperti tertulis dalam kitab Wedatama, me-nentukan sikap: dalam soal bot Allah apa gusti, kese-tia-annya tertuju lebih kepada ia yang bertakhta di bumi. -“Allah” bukan pilihan pertama. Continue reading “Abangan”
