Posted by PuJa on September 1, 2011
Goenawan Muhamad http://www.tempointeraktif.com/ Barangkali Tlön adalah sebuah tempat, yang pernah ada atau tidak pernah ada. Pengarang Argentina termasyhur itu, Jorge Luis Borges, bercerita bahwa pada suatu hari ia menemukan sebuah buku dalam bahasa Inggris. Tebalnya 1001 halaman, berjudul A First Encyclopaedia of Tlön. Volume XI. Hlaer to Jangr. Tidak ada petunjuk tahun dan tempat penerbitan.
Filed under: Caping
Posted by PuJa on
Kompas, 21 Feb 2010 Sekhak Pada pukul 16:00, di bawah jembatan itu ia dengar ”sekhak”. Seperti bunyi waktu. Seorang pemain catur selalu mengatakan kata itu sebelum saatnya. Dan seekor kuda rubuh. Dua bidak lari ke sudut.
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on August 29, 2011
Goenawan Mohamad http://majalah.tempointeraktif.com/ Mayoritas dengan mudah menang, tapi dengan mudah pula membeku, dan kemudian mencekik. “Musuh paling berbahaya bagi kebenaran dan kebebasan,” kata Dr. Stockman dalam Musuh Masyarakat, “adalah mayoritas yang kompak.”
Filed under: Caping
Posted by PuJa on August 27, 2011
Goenawan Mohamad http://majalah.tempointeraktif.com/ Ada sebuah cerita orang Yahudi tentang dua rabbi piawai yang berdebat. Yang diperdebatkan adalah dua buah naskah yang ditulis oleh Musa bin Maimon (yang dalam kepustakaan Barat disebut Maimonides), ahli filsafat yang hidup delapan abad yang lampau. Kedua rabbi itu, masing-masing pakar utama telaah karya-karya Maimonides, mempersoalkan tidak cocoknya sebuah teks dengan [...]
Filed under: Caping
Posted by PuJa on June 2, 2011
Setelah menelisiki sumber terkait, dimungkinkan tulisan ini bertitel “Afair Manikebu, 1963-1964? karya Goenawan Mohamad (dan dengan segala maaf, pemosting membuat paragraf sendiri, karena sumbernya rapat). http://tempointeraktif.com/ IX DALAM perkembangannya, perdebatan antara “Manikebuis” dan para penulis Lekra, khususnya antara majalah Sastra dan “Lentera” Bintang Timur, tak meningkat ke dalam pengulasan pelbagai soal yang menurut saya mendasar.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Setelah menelisiki sumber terkait, dimungkinkan tulisan ini bertitel “Afair Manikebu, 1963-1964? karya Goenawan Mohamad (dan dengan segala maaf, pemosting membuat paragraf sendiri, karena sumbernya rapat). http://tempointeraktif.com/ VIII DENGAN semangat seperti itu sebenarnya Manifes Kebudayaan menentang semboyan “Politik Sebagai Panglima”. Tentu saja pengertian “politik” bisa bermacam-macam – dan tampaknya dari kalangan Lekra sendiri tak cukup bisa [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Setelah menelisiki sumber terkait, dimungkinkan tulisan ini bertitel “Afair Manikebu, 1963-1964? karya Goenawan Mohamad (dan dengan segala maaf, pemosting membuat paragraf sendiri, karena sumbernya rapat). http://tempointeraktif.com/ VI SEORANG sarjana Australia, Keith Foulcher, di tahun 1986 menerbitkan sebuah monograf yang menampilkan riwayat, pandangan, dan persoalan yang dihadapi Lekra, sejak lahir di tahun 1950 sampai penghancuran PKI [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Setelah menelisiki sumber terkait, dimungkinkan tulisan ini bertitel “Afair Manikebu, 1963-1964? karya Goenawan Mohamad (dan dengan segala maaf, pemosting membuat paragraf sendiri, karena sumbernya rapat). http://tempointeraktif.com/ IV SEJAK akhir 1961, majalah Sastra – yang umumya belum lagi persis setahun – sudah diserang oleh para penulis yang tergabung dalam Lekra, sebuah organisasi kebudayaan yang punya hubungan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Setelah menelisiki sumber terkait, dimungkinkan tulisan ini bertitel “Afair Manikebu, 1963-1964? karya Goenawan Mohamad (dan dengan segala maaf, pemosting membuat paragraf sendiri, karena sumbernya rapat). http://tempointeraktif.com/ I 8 MEI 1964 pagi, sebuah berita terdengar dari radio: Presiden Soekarno melarang “Manifes Kebudayaan”. Bagi saya, kejadian itu sangat menyentakkan hati. Dan mungkin bukan hanya saya yang gugup. [...]
Filed under: Esai