Hermeneutika Alternatif Tafsir Sastra

Gunoto Saparie
http://www.suarakarya-online.com/

SEMUA kegiatan kajian sastra, harus diakui, pasti melibatkan peranan konsep hermeneutika. Karena itu hermeneutika menjadi hal yang prinsip dan tidak mungkin diabaikan. Atas dasar itulah hermeneutika perlu diperbincangkan secara komprehensif guna memeroleh pemahaman yang memadai.

Berhasil tidaknya penafsir sastra untuk mencapai taraf interpretasi yang optimal, sangat bergantung pada kecermatan dan ketajamannya. Selain itu, tentu saja dibutuhkan metode pemahaman yang memadai. Dari beberapa alternatif yang ditawarkan para ahli sastra dalam memahami karya sastra, metode pemahaman hermeneutika dapat dipandang sebagai peralatan konseptuan yang paling memadai. Continue reading “Hermeneutika Alternatif Tafsir Sastra”

Kelemahan Analisis Sastra Struktural

Gunoto Saparie
http://www.suarakarya-online.com/

MEMBACA sebuah karya sastra pada hakikatnya merupakan kegiatan apresiasi sastra secara langsung. Maksudnya adalah kegiatan memahami karya sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan kritis yang baik terhadap karya sastra tersebut. Sastra, atau kesusastraan, menurut Swingewood, merupakan suatu rekonstruksi dunia dilihat dari sudut pandang tertentu yang kemudian dimunculkan dalam produksi fiksional. Sastra merupakan ekspresi pengarang yang bersifat estetis, imajinatif, dan integratif dengan menggunakan medium bahasa untuk menyampaikan amanat tertentu. Continue reading “Kelemahan Analisis Sastra Struktural”

Hermeneutika dan Problem Kritik Sastra

Gunoto Saparie
http://www.infoanda.com/Republika

Teori hermeneutika, mengacu pada Paul Ricoeur, memandang karya sastra sebagai wacana tertulis. Karya sastra tergolong wacana karena ia merupakan gejala kebahasaan yang melampaui batas kata, yang satuan terkecilnya adalah kalimat atau terdiri dari kata dengan fungsi subjek dan kata dengan fungsi predikat.

Wacana yang demikian dapat bersifat lisan, dapat bersifat tertulis. Perbedaan di antara kedua jenis wacana ini tidak hanya terletak pada perbedaan substansi medianya, yang satu substansi auditif, yang lain substansi visual, melainkan terutama sekali pada efek dari perbedaan substansi media itu terhadap kemungkinan bangunan makna dari masing-masing wacana tersebut dan, pada gilirannya, juga terhadap cara pemahaman atasnya. Continue reading “Hermeneutika dan Problem Kritik Sastra”

Upaya Pembukuan Sastra Koran

Gunoto Saparie
http://www.suarakarya-online.com/

PADA awal perkembangannya (1945-1970-an), cerita pendek (cerpen) memang tumbuh dalam majalah. Terutama majalah kebudayaan/kesusastraan, seperti Pantja Raya, Zenith, Indonesia, Kisah, Sastra, Zaman Baru, Horison, Basis, dan lain-lain. Majalah-majalah tersebut memiliki visi-misi untuk pengembangan kebudayaan/kesusastraan. Dengan karakteristiknya ini, majalah-majalah tersebut memberikan ruang yang leluasa bagi cerpen. Longgarnya ruang ini diyakini merupakan faktor yang menyebabkan para cerpenis dapat melakukan eksplorasi dalam bidang estetika. Continue reading “Upaya Pembukuan Sastra Koran”