Suweng

Hasta Indriyana
suaramerdeka.com

Perempuan itu tinggal di bukit ujung dusun. Di bukit itu tak ada rumah, kecuali gubuknya. Untuk mencapai ke sana, harus melewati petak-petak tegalan sejauh dua kali panjang lapangan sepak bola dari rumah terakhir pojok desa. Ia hidup sendirian. Kisah mengenai seorang anak yang dilahirkannya, selalu menyertai jika orang-orang membicarakannya. Anak itu, yang sekarang seusia SMP, gadis ayu berkulit kuning bermata jernih, diadopsi seorang warga yang kemudian diajaknya hidup di Jakarta. Continue reading “Suweng”

Bahasa ยป