Award untuk Nano Riantiarno

Ibnu Rusydi
http://www.tempointeraktif.com/

Dari atas panggung, Norbertus Riantiarno nembang. Hanya suara tuanya yang terdengar. Lirik Cirebonan itu ia nyanyikan sebagai pesan untuk dirinya dan orang lain: pengingat agar jangan lupa.

Nano kini berusia 59 tahun. Sabtu malam lalu di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Federasi Teater Indonesia memberinya FTI Award sebagai tokoh teater Indonesia tahun ini. Continue reading “Award untuk Nano Riantiarno”

BUKAN SEKADAR FILM PERANG

Ibnu Rusydi
http://www.korantempo.com/

Meski berangkat dari kisah nonfiksi, jalinan cerita Merah Putih difiksikan.

Sudah lama kita tak melihat film nasional bertema perang ditayangkan di bioskop domestik. Tapi, sebentar lagi, mulai 13 Agustus, layar lebar bakal dihias kisah pejuang-pejuang Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Merah Putih judul film itu. Continue reading “BUKAN SEKADAR FILM PERANG”

SAPARDI DJOKO DAMONO: Saya Sudah Lama Mempermasalahkan Waktu

Pewawancara: Ibnu Rusydi
http://korantempo.com/

Sapardi Djoko Damono kini berusia 69 tahun. Tapi, ia tak berhenti berkarya. Baru-baru ini ia meluncurkan buku puisi terbarunya, Kolam. Di Komunitas Salihara, Senin malam lalu, penggiat dan penggemar sastra membludak mengikuti diskusi bukunya.

Sapardi dengan tenang mendengarkan diskusi. Dia masih saja sederhana, dengan topi pet dan jaketnya yang itu-itu lagi. Seusai diskusi, dengan ramah dan rendah hati, ia masih tinggal melayani deretan permintaan tanda tangan dan foto bareng dari para fan. Setelah ruangan sepi, Tempo pun berbincang-bincang dengannya. Berikut ini petikan wawancara dengannya: Continue reading “SAPARDI DJOKO DAMONO: Saya Sudah Lama Mempermasalahkan Waktu”

Sastrawan Perancis Le Clezio Raih Nobel

Ibnu Rusydi
http://www.tempointeraktif.com/

Penghargaan Nobel bidang sastra menjadi milik Jean-Marie Gustave Le Clezio, 68 tahun, sastrawan Prancis. Nama itu diumumkan di Akademi Swedia, kemarin pukul 1 siang waktu setempat atau pukul 18.00 WIB.

Le Clezio menarik perhatian melalui novel Desert pada 1980. Akademi Swedia, pemberi Hadiah Nobel, mengatakan karya itu memuat citra menakjubkan sebuah kebudayaan yang hilang di padang pasir Afrika Utara, yang bertolak belakang dengan Eropa di mata para imigran gelap. Continue reading “Sastrawan Perancis Le Clezio Raih Nobel”