Sapardi Tak Pernah Berhenti

Ilham Khoiri
Kompas, 28 Mar 2010

SAPARDI Djoko Damono, salah satu penyair kuat Indonesia, kini sudah berusia 70 tahun. Dia masih sehat, produktif, dan karya-karyanya terus diapresiasi masyarakat. Bagaimana dia menjaga energi kreatifnya?

Sapardi tampak segar dengan setelan kemeja krem, kaus dalam putih, dan celana gelap, Jumat (26/3) pagi itu. Setelah sarapan pagi, yang hampir selalu dia buat sendiri, lelaki itu memeriksa beberapa buku. Continue reading “Sapardi Tak Pernah Berhenti”

Demokratisasi Pasar

Ilham Khoiri
Kompas, 30 Des 2007

DUNIA sastra di Indonesia tahun 2007 diwarnai makin menguatnya pasar dan industri penerbitan. Sejumlah novel tercetak belasan kali dengan angka penjualan mencapai ratusan ribu eksemplar. Uniknya, pengarang karya sastra “pop” itu berasal dari luar lingkaran komunitas sastra “serius” yang biasa kita kenal. Continue reading “Demokratisasi Pasar”

Merayakan Budaya Urban

Ilham Khoiri
Kompas, 27 Des 2009

PERJALANAN seni rupa kontemporer Indonesia tahun 2009 membeberkan praktik yang semakin larut dalam perayaan budaya urban. Berbagai pameran digelar di mal sebagai pusat gaya hidup urban, tema diolah dari problem perkotaan, dan estetika visualnya pun tak jauh dari tampilan budaya pop. Apakah efek sampingnya? Continue reading “Merayakan Budaya Urban”

Penyegaran dari Dunia Maya

Ilham Khoiri
Kompas, 23 Jan 2011

@sisogi: DOA. Hanya satu doanya. Tak bertemu siswanya saat jaga parkir.

CERITA ”Doa” karya @sisogi (nama akun milik aktor komedian Sogi Indra Dhuaja) hanya terdiri dari sembilan kata yang bersahaja. Namun, dari sekelumit informasi yang diracik secara jeli itu, kita bisa menangkap unsur-unsur drama yang menegangkan. Continue reading “Penyegaran dari Dunia Maya”

Suara-suara Masa Silam

Ilham Khoiri
Kompas, 16 Des 2007

Nak gugur, gugurlah nangko/Jangan nimpo si batang padi
Nak tiduk, tiduklah mato/Jangan nyinto si main lagi

SEORANG ibu melantunkan pantun sambil menggoyang-goyangkan ayunan. Bayi dalam ayunan kain sarung itu masih saja terjaga. Hingga sang ayah datang dan turut menimang-nimangnya sambil berpantun, bayi itu pun belum juga memejamkan mata. Continue reading “Suara-suara Masa Silam”

Bahasa »