Pluz Cetak 3000 Komik Wayang Ardisoma

Herry Fitriadi
tempointeraktif.com

Untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, Sari Rasa Group bekerja sama dengan Penerbit Pluz mencetak komik epik kolosal Wayang Purwa karya Saleh Ardisoma sebanyak 3.000 eksemplar. Komik itu diluncurkan di mall City Walk Sudirman, Jakarta Pusat, tadi malam. Peluncuran itu disertai diskusi dengan pembicara Iwan Gunawan, kolektor dan pemerhati komik, dan sutradara film Heru S Sujarwo serta dipandu oleh novelis Lisa Febriyanti. Continue reading “Pluz Cetak 3000 Komik Wayang Ardisoma”

Hans Jaladara: “Kejayaan Komik Indonesia Bisa Bangkit Kembali”

Herry Fitriadi
tempointeraktif.com

Komikus kawakan Indonesia Hans Jaladara menyatakan, masa-masa kejayaan komik Indonesia berlangsung sepanjang 1966 hingga 1970. “Pada waktu itu minat masyarakat begitu tinggi dalam membaca komik Indonesia,” kata Hans ketika ditemui di sela Festival Komik Indonesia di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta, pada Selasa lalu. Continue reading “Hans Jaladara: “Kejayaan Komik Indonesia Bisa Bangkit Kembali””

Pendekatan Sastrawi Komik

Sjifa Amori
jurnalnasional.com

Semua orang datang ke alun-alun Blitar. Tak ada yang mau ketinggalan perayaan sebelum akhir Ramadan. Di tengah lingkaran, ada delapan peti mati berisi harimau dan macan-macan kumbang kelaparan…

Orang-orang berdiri menunggu, bersenjatakan tombak-tombak khusus berbau kemenyan. Kiai membuka peti-peti itu…Ahhh…seekor macan kumbang…predator itu langsung mencari jalan keluar di antara tombak-tombak… Continue reading “Pendekatan Sastrawi Komik”

Azisa Noor, Kiat Membumikan Komik

Musdalifah Fachri
jurnalnasional.com

DI tengah serbuan komik asing Azisa Noor (23) membawa ide segar, unik, namun sarat dengan nuansa lokal. Alur cerita diuraikan lewat karakter tokoh, tempat, bangunan, budaya serta kehidupan sosial ciri khas kota kelahirannya, Bandung.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arsitektur ini menilai, pengaruh komik Jepang (Manga) tidak boleh merongrong seluruh isi komik. Continue reading “Azisa Noor, Kiat Membumikan Komik”

Komik Superhero Indonesia: Gundala dan Telur Columbus

Anton Kurnia
sinarharapan.co.id

Seperti pernah diungkapkan oleh Marcell Boneff dalam sebuah tulisan berjudul Sebuah Cermin Ideologi: Cerita Bergambar Indonesia (1983), di Indonesia komik masih sering dianggap sebagai hasil kebudayaan kelas kambing yang tak bernilai sama sekali bagi para peneliti. Ia hanya dianggap sebagai “sampah khayalan untuk menyibukkan anak-anak, para buta huruf dan tukang mimpi.” Para pendidik dan kaum puritan serta-merta merendahkannya dari sudut pandang moral secara a priori. Lebih parah lagi, kini komik Indonesia kian terpinggirkan oleh serbuan komik impor, terutama komik-komik Jepang terjemahan, seperti serial Crayon Sinchan, Dragon Ball dan Kobo Chan. Continue reading “Komik Superhero Indonesia: Gundala dan Telur Columbus”

Bahasa ยป