INTERNASIONAL DI MANA-MANA

Anindita S Thayf
Majalah Tempo, 28/10/2019

Seorang aktor yang berprestasi di luar negeri, penyanyi atau penulis yang kerap tampil di panggung negara lain, selalu menjadi sumber berita yang paling dicari media. Berita tentang mereka dianggap mampu meningkatkan rasa bangga sebagai orang Indonesia. Cap “internasional’ pun sertamerta melekat pada diri mereka. Aktor internasional, penyanyi internasional, penulis internasional. Continue reading “INTERNASIONAL DI MANA-MANA”

Menimbang Nurel yang Menimbang Sutardji Calzoum Bachri

Dwi Pranoto *

Pertama-tama, tentu, tumbuh campuran perasaan gentar dan antusias saat berhadapan dengan Edisi Revolusi dalam Kritik Sastra; Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia (MMKI); Buku Pertama: Esai-esai Pelopor Pemberontakan Sejarah Kesusastraan Indonesia, karya Nurel Javissyarqi. Bagaimana tak tumbuh adukan perasaan gentar dan antusias, MMKI punya ketebalan xii + 570 halaman. Continue reading “Menimbang Nurel yang Menimbang Sutardji Calzoum Bachri”

Mendiagnosa Kritik Sastra Mutakhir

Hasnan Bachtiar *

“Don, adone djongkong, djongkong ijo godonge senthe. Ati-ati riko nompo omong, omong manis mesti katute.”

Potongan syair manis di atas didapat dari “kumpulan” lagu-lagu Osing yang bertajuk “Podho Nginang.” Penulis hanya terlupa siapa pengarang “asli” syair tersebut. Terjemahanan bebasnya kurang lebih, “Adonan kue djongkong, kue djongkong hijau itu terbalut daun senthe. Hati-hati kita semua menerima perkataan, perkataan manis pastilah membuai.” Perlu diketahui bahwa, artikulasi sastrawi ini memiliki makna yang terpaut erat dengan persoalan politik, verifikasi ilmiah dan kejujuran intelektual. Karena itulah, sepanjang tulisan ini secara lugas akan membahas tentang persoalan sastra dan kejujuran intelektual. Continue reading “Mendiagnosa Kritik Sastra Mutakhir”

Kritikus, Tekhnologi Produksi, Khalayak

Dwi Pranoto *

Boleh jadi kritik memberi pemahaman atas karya seni. Tapi yang tak boleh dilupakan, kritik selalu mengandaikan pandangan ideal tertentu bagaimana seharusnya karya seni diproduksi. Oleh karenanya kritikus memiliki keterlibatan mendalam dalam proses produksi seni. Dalam hal ini kritikus tak belaka menjadi juru terang, tapi juga mengarahkan cahayanya pada ruas jalan terpilih yang seharusnya ditempuh oleh karya seni sebagai produk artistik yang beroperasi terhadap ideologi. Continue reading “Kritikus, Tekhnologi Produksi, Khalayak”

Bahasa »