Politik Teori Sastra di Indonesia

Muhammad Al-Fayyadl

Pendahuluan

SECARA empiris-historis, kritik sastra dipisahkan dari aktivitas politiknya sejak lenyapnya estetika realisme sosialis seiring dilenyapkannya para sastrawan Lekra dari panggung kritik sastra sejak akhir dekade 1960-an. Koinsidensi antara peristiwa politik (politisida 1965) dan peristiwa kritik sastra (separasi antara kritik sastra dan politik) menegaskan kembali, secara paradoksal, ketakterpisahan politik dari dunia sastra dan dunia sastra dari konteks politiknya. Continue reading “Politik Teori Sastra di Indonesia”

Sains yang Meringkus, Manusia yang Tidak Aman

Tanggapan atas tanggapan Goenawan Mohamad

A.S. Laksana

Judul tanggapan Goenawan Mohamad, “Sains dan Masalah-Masalahnya, Sulak dan Dua Kesalahannya”, menyampaikan pesan implisit bahwa saya cocok dengan pernyataan Karl Popper ini: “Keliru adalah manusiawi.” Dan saya berbuat manusiawi sekaligus dua. Selebihnya, dari judul itu kita bisa menarik gambaran bahwa kurang lebih seperti itulah pengetahuan berkembang menurut Popper. Continue reading “Sains yang Meringkus, Manusia yang Tidak Aman”

Bahasa »