Mochtar Lubis: Pahlawan Saya Mahatma Gandhi

Ditulis ulang: Leila S. Chudori
tempointeraktif.com

Dalam usia 70 tahun pekan lalu, wartawan sejak sebelum perang ini mengenang banyak hal. Dari “zaman keemasan pers Indonesia”, hubungannya dengan Bung Karno, sampai bagaimana menjaga semangat dalam sel penjara.

Dialah wartawan Indonesia yang banyak memperoleh penghargaan internasional. Antara lain Hadiah Ramon Magsaysay dari Filipina, dan Pena Emas dari Federasi Pemimpin Redaksi Sedunia. Sastrawan yang juga banyak meraih hadiah ini, yang mendirikan majalah sastra Horison, dan salah seorang anggota Akademi Jakarta ini bertutur tentang semua itu kepada Leila S. Chudori. Continue reading “Mochtar Lubis: Pahlawan Saya Mahatma Gandhi”

Seorang Guru Bernama Jostein Gaarder

Leila S. Chudori
majalah.tempointeraktif.com

“Saat itulah kau bertanya apakah kau boleh mencium rambutku. Kau menciumnya. Saya bisa merasakan napasmu di leherku ketika kau memilin-milin helai panjang rambutku dan mengendus aromanya. Seolah-olah kau ingin menarik seluruh diriku ke dalam dirimu, seolah-olah aku menemukan sebuah rumah di dalam dirimu. Saya merasa kau ingin menyatakan bahwa aku selalu milikmu karena jiwa kita sudah bersatu. Ini semua terjadi sebelum Monica datang ke Milan; dan sebelum terjadi rencana pernikahan itu dan juga sebelum kau bertemu dengan para teolog itu….” Continue reading “Seorang Guru Bernama Jostein Gaarder”

9 dari Leila (Leila S. Chudori)

9 dari Nadira
Penulis: Leila S. Chudori
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), 2009
Tebal: 282 halaman
Peresensi: Budi Darma
majalah.tempointeraktif.com

Ketika pada akhir tahun 1990-an Anwar Ridhwan, sastrawan Malaysia, menerbitkan Naratif Ogonshoto, publik sastra bertanya-tanya, apakah buku ini sebuah kumpulan cerpen atau novel. Kalau buku ini dianggap sebagai sebuah kumpulan cerpen pasti tidak keliru, sebab dalam buku ini ada 10 cerpen. Tapi, karena ternyata semua cerpen diikat oleh benang merah yang sangat mencolok, tidak keliru manakala buku ini dianggap sebagai novel. Continue reading “9 dari Leila (Leila S. Chudori)”

“juru peta” sastra Indonesia [Hans Bague Jassin]

“Buku-buku para Manifestan dilarang terbit dan beredar.” H.B. Jassin

Leila S. Chudori
majalah.tempointeraktif.com

DI samping mendapat julukan “Paus” Sastra Indonesia, Hans Bague Jassin juga dipanggil administrator dan diktator sastra. Ia pernah memukul Chairil Anwar. Dihukum 1 tahun penjara gara-gara cerpen Langit Makin Mendung. Inilah orang yang telah menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Indonesia. Lahir di Gorontalo, 31 Juli 191 7, mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas Indonesia, juru peta sastra Indonesia yang tak pernah lelah. Continue reading ““juru peta” sastra Indonesia [Hans Bague Jassin]”

Bahasa »